Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
13 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
13 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

SBY Dijadikan Jurkam, Hanura: Hati-hati Dikadali Prabowo Lagi

SBY Dijadikan Jurkam, Hanura: Hati-hati Dikadali Prabowo Lagi
Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrulla Zubir. (GoNews.co/Muslikhin)
Kamis, 13 September 2018 10:50 WIB
BALI - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi juru kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun kubu rival melihat sebenarnya SBY sudah berkali-kali menjadi korban ilmu baru Prabowo, yakni ilmu kadalisasi.

"Prabowo punya ilmu baru: kadalisasi. SBY sudah dikadalin berkali-kali," kata Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrulla Zubir seperti dikutip GoNews.co dari detikcom, Kamis (13/9/2018).

Hanura yang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin melihat SBY dan kader Partai Demokrat sudah dikadali Prabowo. Maksudnya dikadali adalah dikecewakan.

"Pertama, AHY tidak jadi menjadi cawapres Prabowo. Kedua, AHY sempat dijanjikan mendapat posisi ketua tim sukses. Ternyata yang dipilih Djoko Santoso. Artinya, Praowo jago kadalisasi," tutur Inas.

Dia memberi saran, SBY perlu lebih berhati-hati dengan Prabowo supaya tidak dikadali lagi. "Begitu SBY jadi juru kampanye, bisa-bisa malah dikadali lagi. Nanti jurkam cuma lima menit. Kan kasihan, aduh...," kata dia.

Sebelumnya, Prabowo-Sandiaga membahas penyusunan tim sukses Pilpres 2019 bersama SBY. Dipastikan, SBY akan menjadi juru kampanye, sedangkan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono, masuk jajaran dewan pembina (wanbin) timses.

"Posisi akhir dengan saya, (AHY) dewan pembina. Pak SBY beliau minta jadi jurkam. Karena beliau posisinya sudah nggak ada, sudah di atas. Kalau Godfather itu ada di atas, yang penting dilihat kan aku datang ke sini terus. Nggak usah tanya-tanya lagi, beliau itu mentor saya," ujar Prabowo seusai pertemuan di kediaman SBY, Jl Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9) tadi malam.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:Badminton, PON, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta, Bali
wwwwww