Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
15 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
16 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Sopir Ambulan Tabrak Dua Pengendara Motor hingga Tewas, Ternyata karena Dendam Sering Dipalak

Sopir Ambulan Tabrak Dua Pengendara Motor hingga Tewas, Ternyata karena Dendam Sering Dipalak
Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar dalam press conference di Mapolresta Padang, Kamis (13/9). (foto: Irham/harianhaluan.com)
Kamis, 13 September 2018 13:17 WIB
PADANG - Ternyata kasus penabrakan yang dilakukan sopir ambulan di di kawasan Sawahan Dalam, Kota Padang yang menyebabkan dua pengendara motor tewas, bermotif dendam.

Sang sopir ambulan dendam pada dua pengendara motor tersebut karena ia sering dimintai uang sebagai jatah preman setiap kali membawa jenazah.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar mengatakan, sopir tersebut (tersangka) sering dimintai uang (palak) oleh korban.

"Motifnya, tersangka merasa dimintai uang sebagai jatah preman oleh (korban) saat mengangkut jenazah. Sebanyak Rp50 ribu, Rp100 ribu dan ini sering dilakukan oleh korban," ujar Yulmar saat press confenrence di Mapolresta, Kamis (13/9/2018) seperti dilansir harianhaluan.com.

Sebelumnya diberitakan, dua orang tewas setelah ditabrak mobil ambulan di kawasan Sawahan Dalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Senin (10/9) dini hari.

Sebelum kejadian, menurut informasi antara pengendara motor dan supir ambulan sempat terjadi ribut-ribut di rumah sakit. Kemudian mobil ambulan menguber sepeda motor dan menabraknya di di kawasan Sawahan Dalam, Kota Padang yang menyebabkan dua pengendara motor tewas.***

Editor:Arie RF
Sumber:harianhaluan.com
Kategori:Sumatera Barat, Beladiri, Olympic, Badminton
wwwwww