Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Home  /  Berita  /  Badminton

Pecat Karyawan Secara Sepihak, PT Mitra Sari Prima Dinilai Tidak Manusiawi

Pecat Karyawan Secara Sepihak, PT Mitra Sari Prima Dinilai Tidak Manusiawi
Korban PHK, empat keluarga menggelar aksi di depan kantor PT Mitra Sari Prima, Desa Segati, Kecamatan Langgam, Pelalawan, Jumat (8/10/2018).
Jum'at, 05 Oktober 2018 14:03 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - Pemecatan empat orang karyawan PT Mitra Sari Prima mendapat tanggapan pedas dari anggota DPRD Pelalawan. Perusahaan dinilai tidak manusiawi, telah melakukan PHK tanpa memberikan hak karyawan.

"Jika memang benar adanya, ini jelas tidak manusiawi," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Pelalawan, Baharudin, kepada GoRiau, Jumat (8/10/2018).

Ia meminta kepada Komisi DPRD yang membidangi dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pelalawan untuk segera turun ke lapangan, melakukan investigasi.

"Kita minta DPRD dalam hal ini Komisi I dengan Disnaker untuk segera turun menindak lanjuti persoalan ini," tandasnya.

Baharudin menegaskan, ia tidak ingin ada perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan perusahaan kepada karyawannya. Khusunya perusahaan yang beroperas di wilayah Kabupaten Pelalawan.

"Jangan sampai ada karyawan yang seperti itu. Ini tidak manusiawi lagi, jangan sampai ini terjadi," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi unjuk rasa dilakukan empat karyawan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak PT Mitra Sari Prima (MSP) sejak, Kamis (4/10/2018) sore, kemarin.

Bersama keluarganya, empat karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut bermalam di depan kantor perusahaan berlokasi di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.

Dengan mendirikan tenda dan membawa kelengkapan peralatan dapur, empat keluarga ini sempat bermalam. Hingga siang ini, meraka masih bertahan di lokasi. ***

wwwwww