Kerugian dan Kerusakan Dampak Tsunami Sulteng Capai 13,82 Trililun

Kerugian dan Kerusakan Dampak Tsunami Sulteng Capai 13,82 Trililun
Minggu, 21 Oktober 2018 19:14 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dampak bencana selalu berpengaruh terhadap pembangunan. Capaian pembangunan yang dengan susah payah dibangun dan memerlukan waktu lama, tiba-tiba hancur seketika terjadi bencana. Apalagi jika kapasitas menghadapi bencana masih rendah, maka dipastikan dampak bencana akan besar, baik jumlah korban jiwa maupun kerugian ekonomi.

Hal ini diungkapkan Kepala Pusat Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada GoNews.co melalui siaran persnya, Minggu (21/10/2018).

"Bencana dalam skala cukup besar langsung menyusutkan kapasitas produktif dalam skala besar yang berakibat pada kerugian finansial yang besar juga. Bahkan pertumbuhan pembangunan di wilayah terdampak bencana menjadi minus atau mengalami kemunduran dalam rentang waktu tertentu," ujarnya.

Begitu juga kata Sutopo, bencana gempabumi, tsunami dan likuifaksi yang melanda 4 daerah di Sulawesi Tengah yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong yang terdampak langsung oleh bencana. Dampak bencana hingga Minggu (21/10/2018) pukul 13.00 WIB, tercatat 2.256 orang meninggal dunia.

"Sebarannya di Kota Palu 1.703 orang meninggal dunia, Donggala 171 orang, Sigi 366 orang, Parigi Moutong 15 orang dan Pasangkayu 1 orang.  Semua korban sudah dimakamkan.  Sebanyak 1.309 orang hilang, 4.612 orang luka-luka dan 223.751 orang mengungsi di 122 titik," terangnya.

Banyak bangunan dan infrastruktur yang hancur akibat bencana. Kerusakan meliputi 68.451 unit rumah, 327 unit rumah ibadah, 265 unit sekolah, perkantoran 78 unit, toko 362 unit, jalan 168 titik retak, jembatan 7 unit dan sebagainya. Data tersebut adalah data sementara, yang akan bertambah seiring pendataan yang terus dilakukan.

"Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB terus melakukan pendataan dan melakukan kaji cepat untuk menghitung dampak bencana. Hasil perhitungan sementara terhadap kerugian dan kerusakan akibat bencana berdasarkan data per 20/10/2018, mencapai lebih dari 13,82 trilyun rupiah. Diperkirakan dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana ini akan bertambah, mengingat data yang digunakan adalah data sementara," tandasnya.

Dari Rp 13,82 triliun itu kata Sutopo, dampak ekonomi akibat bencana tersebut, kerugian mencapai Rp 1,99 trilyun dan kerusakan mencapai Rp 11,83 trilyun. Dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana ini meliputi 5 sektor pembangunan yaitu kerugian dan kerusakan di sektor permukiman mencapai Rp 7,95 trilyun, sektor infrastruktur Rp 701,8 milyar, sektor ekonomi produktif Rp 1,66 trilyun, sektor  sosial Rp 3,13 tilyun, dan lintas sektor mencapai Rp 378 milyar.

"Dampak kerugian dan kerusakan di sektor permukiman adalah paling besar karena luas dan masifnya dampak bencana. Hampir sepanjang pantai di Teluk Palu bangunan rata tanah dan rusak berat. Terjangan tsunami dengan ketinggian antara 2,2 hingga 11,3 meter dengan landaan terjauh mencapai hampir 0,5 km telah menghancurkan permukiman disana," urainya.

Begitu juga adanya amblesan dan pengangkatan permukiman di Balaroa. Likuifaksi yang menenggelamkan permukiman di Petobo, Jono Oge dan Sibalaya telah menyebabkan ribuan rumah hilang.

Berdasarkan sebaran wilayah, maka kerugian dan kerusakan di Kota Palu mencapai Rp 7,63 trilyun, Kabupaten Sigi Rp 4,29 trilyun, Donggala Rp 1,61 trilyun dan Parigi Moutong mencapai Rp 393 milyar. Perhitungan kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana belum dilakukan perhitungan.

"Diperkirakan untuk membangun kembali daerah terdampak bencana nantinya pada saat periode rehabilitasi dan rekonstruksi akan memerlukan anggaran lebih dari Rp 10 triliun. Tentu ini bukan tugas yang mudah dan ringan, namun Pemerintah dan Pemda akan siap membangun kembali nantinya. Tentu membangun yang lebih baik dan aman sesuai prinsip build back better and safer," pungkas Sutopo Purwo Nugroho.***


       
        Loading...    
           
GoNews Luar Biasa.., Laga Amal All Star PSPS vs All Star Timnas di Stadion Utama Riau Kumpulkan Dana Rp500 Juta untuk Lombok dan Palu
GoNews Wiranto Akhirnya Mengakui, Korban Bencana Sulteng Belum Seluruhnya Terima Bantuan
GoNews Satgas Polwan dan Bhayangkari Indonesia Berikan Trauma Healing Korban Bencana Palu
GoNews Puluhan Komunitas Kumpulkan Jutaan Rupiah untuk Sulteng
GoNews Berbagai Aksi Seni Meriahkan Penggalangan Dana untuk Korban Gempa dan Tsunami Sulteng
GoNews Satu Minggu, Musisi Inhil Berhasil Kumpulkan Rp38 Juta untuk Korban Gempa di Palu
GoNews Wapres JK dan Sekjen PBB Kunjungi Warga Pascagempa Sulteng
GoNews Aliansi Mahasiswa Bengkalis Galang Dana untuk Palu, Sigi dan Donggala
GoNews Sri Mulyani Mengaku Depresi saat Ditanya Dana untuk Korban Gempa
GoNews Terjun ke Palu, Tim Advance Korkesra DPR RI Kaget, Warga Sulit Terima Bantuan Gara-gara Tak Punya KTP
GoNews TNI-Polri Polres Labuhanbatu Doa Bersama Korban Gempa dan Tsunami Palu
GoNews Dukungan untuk Korban Tsunami, Tulisan Tetap Kuat Indonesia Terpampang saat PSG Bantai Lyon 5-0
GoNews Bantu Korban Tsunami, 8 OKP Bakal Gelar Gebyar Kebangsaan di TMII
GoNews Komunitas Malam Puisi Pekanbaru akan Gelar Aksi di RTH Kaca Mayang dan Atjeh Kupi untuk Galang Dana Bantu Korban Bencana di Sulteng
GoNews Mahasiswa Unri dan Warga Kampar Salurkan Bantuan Makanan dan Pakaian untuk Korban Tsunami Palu Lewat FPR
GoNews Selain Kirimkan Bantuan, Jajaran Polres Kampar Gelar Salat Ghaib dan Doa untuk Korban Bencana Palu - Donggala
GoNews Bantu Korban Gempa dan Tsunami di Palu - Donggala, Disdik Salurkan Rp290 Juta
GoNews Pengungsi Korban Bencana di Palu Butuh Bantuan Cepat dari Pemerintah
wwwwww