Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Badminton

Delay Sampai 9 Jam, Penumpang Lion Air di Bandara Minangkabau Akhirnya Dapat Kompensasi Makanan dan Uang

Delay Sampai 9 Jam, Penumpang Lion Air di Bandara Minangkabau Akhirnya Dapat Kompensasi Makanan dan Uang
Kamis, 01 November 2018 22:13 WIB
PADANG - Ratusan penumpang Lion Air mengamuk di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (1/11/2018) karena delay yang sangat lama. Akhirnya pihak Lion memberi kompensasi berupa makanan dan uang.

Bahkan, penumpang sampai terlantar dan uring-uringan di BIM hingga 8 jam lamanya. Dari informasi yang dihimpun, sesuai jadwal pesawat dengan nomor penerbangan JT 130 itu harusnya sudah terbang dari BIM pukul 10.40 WIB.

Pesawat dijadwalkan menuju Bandara Internasional Kualanamu, Medan. Namun, hingga pukul 19.00 WIB penumpang masih harus menunggu jadwal penerbangan.

Salah satu penumpang, Mardefni Zainir mengatakan, saat dirinya mempertanyakan soal delay, pihak maskapai beralasan bahwa komponen pesawat mengalami kerusakan. Sehingga harus dilakukan perbaikan.

Atas keterlambatan itu, pihak maskapai memberikan kompensasi berupa makanan kepada calon penumpang sekitar pukul 15.00 WIB. Atau setelah 4 jam delay dari jadwal terbang seharusnya.

Selanjutnya, sekitar pukul 17.00 WIB, pihak Lion Air juga memberikan kompensasi tambahan berupa uang tunai Rp 300 ribu kepada seluruh penumpang.

“Ya, kita dikasih nasi bungkus dan uang setelah itu. Kita juga sempat protes karena saking lamanya menunggu,” kata Mardefni Zainir seperti dilansir pojoksatu.id.

Kompensasi uang tunai memang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.

Keterlembatan yang dialami penumpang Lion Air ini masuk dalam kategori lima, yang menyebutkan, jika keterlambatan lebih dari 240 menit, kompensasi berupa ganti rugi sebesar Rp 300 ribu wajib diberikan kepada penumpang.

Sementara itu, setelah delay selama 8 jam, maskapai Lion Air menyiapkan pesawat pengganti untuk memberangkat ratusan penumpang ke kota Medan yang dijadwalkan pukul 19.00 WIB.

Executive GM PT Angkasa Pura II Cabang BIM Dwi Ananda Wicaksana ikut bicara soal keterlambatan tersebut. Pihaknya mengaku telah menjembantani komunikasi penumpang dan maskapai Lion Air.

“Kami juga minta kepastian, apakah ada pesawat untuk berangkatkan penumpang. Kalau tidak, tentu ada prosedur berupa fasilitas penginapan atau refund,” jelas Dwi di BIM, Kamis (1/11).

Namun, setelah desakan penumpang dan pengelola bandara berlanjut, pihak maskapai Lion Air akhirnya menginformasikan jika penumpang itu akan diberangkatkan menggunakan pesawat lain yang sebelumnya mendarat dari Batam dengan nomor penerbangan JT229.

“Nanti pesawat lanjut ke Kualanamu. Tadi tiba dari Batam sekitar pukul 17.00 WIB lebih,” ujar Dwi.

Dwi menjelaskan, pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT130 memang mengalami penundaan berjam-jam lamanya karena masalah mesin. Pihak maskapai menyebutnya dengan istilah Technical Engine Vibrate atau munculnya getaran tak wajar dari mesin pesawat.

Menurut Dwi, kejelasan dari pihak maskapai memang diperlukan dalam situasi seperti ini. Sebab bagi penumpang adalah kepastian keberangkatan. “Sebetulnya penumpang butuh kepastian itu,” katanya. ***

Editor:arie rf
Sumber:pojoksatu.id
Kategori:Badminton, Olympic, Sumatera Barat
wwwwww