Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

HNW Ajak Santri dan Pramuka Amalkan Pancasila

HNW Ajak Santri dan Pramuka Amalkan Pancasila
Kamis, 01 November 2018 19:50 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Hubungan antara Pramuka dan pesantren diakui oleh Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) sudah terjalin sejak lama. Sebelum ada Pramuka ada gerakan kepanduan berasal dari organisasi Islam yang selanjutnya menjadi cikal-bakal Pramuka.

"Contohnya Hizbul Wathan," ujarnya.

Diceritakan, semasa dirinya nyantri di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, ikut dalam kegiatan Pramuka bahkan mempunyai sertifikat sebagai pelatih. Bukti pernah aktif di Pramuka diwujudkan dengan menyanyi Hymne Pramuka. "Pencipta hymne adalah Husein Mutahar, ia seorang habib," ucapnya.

Hal ini diungkapkan HNW saat dirinya Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada 1700 Pramuka yang sedang mengikuti Perkemahan Pesantren Nasional (Perpenas) II yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, 1 hingga 3 November 2018. Para Pramuka itu merupakan santri dari pesantren yang terhimpun dalam Majelis Pesantren dan Ma'had Dakwah Indonesia (Mapadi).

Dari sinilah HNW mengatakan Pramuka bukan hal yang baru bagi Pesantren. Saat ini di lembaga pendidikan Islam itu tak ada yang tak mengadakan kegiatan Pramuka.

"Pesantren sangat terbuka bagi kegiatan Pramuka," ujarnya.

Sejarah kepanduan yang dilahirkan dari ummat Islam dan keterbukaan pesantren bagi Pramuka, menurut HNW menunjukan antara santri, pesantren, dan Pramuka adalah satu kesatuan. "Untuk itu jangan dipecahbelah. Jangan menghadirkan konflik di antara mereka," tandasnya.

Dipaparkan HNW, santri dan Pramuka mengajarkan hal yang sama. Mereka dididik untuk menjadi generasi yang mandiri, pekerja keras, menyukai persahabatan, dan mencintai alam. Untuk itu Perpenas yang diadakan pada awal November diakui sebagai momentum yang tepat apalagi para santri selepas mengikuti Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober dan menjelang Hari Pahlawan 10 November. Acara itu sebagai bukti hubungan antara pesantren dan santri dengan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sudah selesai.

HNW mengajak santri yang juga Pramuka ikut mensosialisasikan Empat Pilar. "Ikut mensosialisasikan dengan mengamalkan yang baik," paparnya.

Mengamalkan yang baik dikatakan merupakan tuntunan pesantren. Di pesantren ada penegasan ilmu harus diamalkan. "Bila ilmu tak diamalkan, seperti pohon tanpa buah," pungkasnya.***

wwwwww