Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
11 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

BPJS Rohil Masih Menunggu Surat Edaran Resmi Terkait Pembatalan Tiga Layanan oleh Mahkamah Agung

BPJS Rohil Masih Menunggu Surat Edaran Resmi Terkait Pembatalan Tiga Layanan oleh Mahkamah Agung
Jum'at, 02 November 2018 14:14 WIB
Penulis: Amrial
BAGANSIAPIAPI - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kabupaten Rokan Hilir belum bisa memberikan keterangan secara resmi terkait pembatalan peraturan BPJS oleh Mahkamah Agung (MA) terhadap tiga layanan kesehatan yaitu penyakit katarak, bayi lahir sehat dan rehabilitasi medik.

'' Kami masih menunggu surat edaran dari direktur BPJS dan kita berharap ada keterangan resmi melalui media kita sendiri," kata staf BPJS Rokan Hilir, Fitriani kepada GoRiau.com, Jumat (2/11/2018).

Ditemui dikantornya, Fitriani menambahkan, khusus Rohil, dirinya belum bisa memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait keputusan itu selain karena tidak ada menerima surat edaran dari pusat, kepala BPJS Rohil juga kebetulan sedang mengikuti acara di Dumai.

Sebelumnya, BPJS menerbitkan tiga Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Perdirjampelkes) yang memberikan jaminan pelayanan kesehatan dengan syarat untuk penyakit Katarak, bayi lahir sehat dan rehabilitasi medik.

Pada penyakit Katarak, BPJS Kesehatan hanya memberikan jaminan layanan kesehatan bagi pasien dengan visus dibawah 6/18. Sedangkan untuk bayi lahir sehat, BPJS menjamin bayi sakit yang sebelumnya sudah didaftarkan. Sementara untuk pasien rehabilitasi medik, BPJS hanya menanggung biaya perawatan paling banyak dua kali dalam sepekan.

Terkait pembatasan pembiayaan jaminan tersebut, Persatuan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB) mengajukan gugatan atas tiga peraturan yaitu Perdirjampelkas Nomor 2 Tahun 2018, Nomor 3 Tahun 2018, dan Nomor 5 Tahun 2018 ke Mahkamah Agung. ***

Kategori:PON, Riau, Badminton
wwwwww