Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
12 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Belajar Meracik Ganja di Liquid Vape Melalui Medsos Luar Negeri, Palaku Sebut untuk Hilangkan Stres

Belajar Meracik Ganja di Liquid Vape Melalui Medsos Luar Negeri, Palaku Sebut untuk Hilangkan Stres
Konfrensi Pers pengungkapan liquid Vape. (Karundeng/GoNews.co)
Kamis, 08 November 2018 19:04 WIB
Penulis: C. Karundeng

JAKARTA - Tersangka pengendali liquid Vape di kawasan Kelapa Gading yang digerebek oleh Dorektorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berinisial TY belajar pembuatan dari video sosial media luar negeri.

Kemudian, karena ia merasa bisa sesuai dosis dan takaran yang pas, maka bisa dikonsumsi untuk menghilangkan strees. "Awal mulanya saya ngeliat diluar itu banyak manfaat dari ekstraksi dan ganja. Jadi kalau kita lihat ganja hanya sebatas represionalnya saja, sebenarnya banyak banget manfaat dari ganja itu gitu tapi dengan dosis yang pas," ujar dia kepada Wartawan Kamis (8/11).

"Ya kalau sehari takaran 2 ml ini bagus buat aktifin endokanabinoit sistem, buat stres gitu," sambung dia.

TY sendiri mengaku menyukai gamja sejak masih duduk dibangku sekolah menangah pertama. Beranjak dewasa, musik regge menjadi penambah dirinya menyukai ganja. "Saya sudah suka ganja saya suka musik reggae segala macem itu pas saya masih SMP, sudah 15 tahun yang lalu," tegas dia.

TY mengaku tidak menjual ganja tetapi menjual ekstrak atau intisari dari daun ganja. Namun, ia mengaku menjual ekstrak ada proses yang dilalui.

Oleh sebab itu, ia menilai penjualan ekstrak lebih ribet dibanding ganja yang tidak perlu disaring lagi. Sehingga harganya pun lebih mahal dibandingkan ganja.


"Kalau lebih mahal atau lebih murah saya jual ada metode sendiri, ada proses yang harus saya lewati, kalau jual ganja saya tinggal robek aja tinggal jual ke mana mana kalaau ini masib ada prosesnya," tutur dia.

Namun demikian, ia tak merinci berapa jumlah penghasilan dari penjualan barang haram ini karena ia tidak menerima secara pasti.

"Kalau hasilnya berapa saya masih kurang paham ya karena saya masih sambil inves ke peralatan saya kalau ditanya hasilnya berapa secara subjektif saya tidak bisa jawab," tukas dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww