Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
12 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
13 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Pembuatan Liquid Vape Mengandung Narkoba di Kelapa Gading, Otaknya Tiga Napi Cipinang

Pembuatan Liquid Vape Mengandung Narkoba di Kelapa Gading, Otaknya Tiga Napi Cipinang
Konfrensi Pers pengungkapan liquid Vape. (Karundeng/GoNews.co)
Kamis, 08 November 2018 18:50 WIB
Penulis: C. Karundeng

JAKARTA - Sebuah rumah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara dijadikan tempat pembuatan liquid Vape ternyata dikendalikan oleh tiga orang Narapidana Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur.

Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvin Simanjuntak mengatakan, ketiga oramg tersebut memiliki peran yang berbeda.

"Dari 3 tersangka rutan Cipinang. TY, HAM, FIT mereka berperan masing sebagai inisiator adalah TY yang ada di rutan. TY memiliki dua orang yang bantu di dalam rutan, FIT dan HAM," ujar dia Kamis (8/11).

Peran FIT mencari barang bukti ekstasi dan transaksi di luar rutan dan dibantu BR. Harga ekstasi yang dijual oleh bandar pun terbilang fantastis yaitu 20 juta per 100 butir.

Kemudiam, pembayaran dilakukan HAM selaki bendahara atas perintah TY. Barang haram ekstasi itu didapat dari tersangka COK di rutan Cipinang juga.

"COK yang cari bahan. kami masih ada beberapa DPO untuk cari siapa yang antar," tegas dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono mengaku, pihaknya selaku berkomunikasi dengan pihak Rutan Cipinang.

"Jadi kita juga gak langsung sekaligus tapi ada pentahapan yang dilakukan. Kita harus dapat bukti betul dia yang lakukan. Pihak Rutan tetep aktif bantu kepolisian. Yang di Rutan tahanan TY ini tahanan BNN terjerat masalah narkoba gorila. Jadi masih tahanan BNN. Pesannya via online. jadi semua mediasinya menggunakan online," tukas dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww