Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
3 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
2 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
4
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
2 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
2 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Sepakbola
3 jam yang lalu
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Home  /  Berita  /  Badminton

Bukti Nikah Tak Lagi Buku Tapi Seperti Kartu ATM, Meranti Menanti Surat Resmi

Bukti Nikah Tak Lagi Buku Tapi Seperti Kartu ATM, Meranti Menanti Surat Resmi
Jum'at, 09 November 2018 19:27 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Kemenag RI telah meluncurkan kartu nikah mirip kartu ATM sebagai pengganti buku yang selama ini dijadikan bukti nikah. Untuk di Kepulauan Meranti, program itu belum bisa diterapkan karena masih menunggu surat resmi dari Ditjen Bimas melalui kakan wilayah.

Sebagaimana disampaikan Menag Lukman Hakim Saifuddin, kartu nikah sejatinya sudah diluncurkan bersamaan dengan sistem informasi manajemen nikah (Simkah). Hanya saja masih bertahap.

Menanggapi ini, Kakan Kemenag Kepulauan Meranti Darwison mengatakan, memang kartu nikah itu sebagai pengganti buku nikah. Diutamakan atau diberi kepada pasangan yang baru menikah.

"Prioritasnya yang baru menikah," kata Darwison kepada GoRiau, Jumat (9/11/2018).

Meski demikian, nantinya juga diberikan kepada pasangan yang sudah menikah dan sudah memiliki buku. Terutama bagi yang ingin melakukn penggantian karena rusak atau hilang.

Kartu nikah ini, dijelaskan Darwison lagi, akan menutup celah orang 'bermain' dengan data yang ada di buku nikah. Sebab, data yang tersimpan di kartu nikah, akan terkoneksi dengan data di Disdukcapil. Sistemnya online, bisa dicek didaerah manapun.

"Datanya tak bisa dipalsukan karena akan sama dengan data di Disdukcapil (KTP dan KK)," jelas Darwison.

Hanya saja, diakui pengganti Miskam Slamat ini, di Kepulauan Meranti belum bisa diterapkan. Sebab, mereka masih menunggu surat resmi dari Ditjen Bimas melalui kepala kantor wilayah.

Kartu nikah akan dibuat menyerupai kartu ATM atau e-KTP. Sehingga mudah untuk disimpan dan dibawa pergi serta praktis digunakan ketika hendak menginap di hotel atau homestay bersama istri. ***

Kategori:PON, Riau, Badminton
wwwwww