Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Badminton

E-Zone Cabang Selatpanjang Resmi Dibuka, Camat Helfandi: Jangan Disalahgunakan

E-Zone Cabang Selatpanjang Resmi Dibuka, Camat Helfandi: Jangan Disalahgunakan
Jum'at, 09 November 2018 11:06 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Camat Tebingtinggi, Helfandi MSi, meminta pengelola E-Zone Cabang Selatpanjang tak menyalahgunakan fasilitas permainan anak-anak. Sewaktu-waktu, pihak kecamatan juga akan melakukan sidak di sana.

Pesan itu disampaikan Camat Helfandi saat membuka secara resmi E-Zone, Jumat (9/11/2018).

Kata Helfandi, daerah memang agak sedikit selektif terhadap investasi yang akan masuk. Agar tak bertentangan dengan kaidah yang berlaku. "Pengakuan pihak E-Zone, proses perizinan ini hampir setahun lebih. Mungkin ada yang belum lengkap dalam mekanisme perizinan itu, makanya agak lama," ujarnya.

Diakui Helfandi lagi, di Kepulauan Meranti khususnya Selatpanjang hal-hal seperti hiburan E-Zone memang tidak banyak. Diharapkan dengan kehadiran E-Zone bisa membuka peluang kerja bagi anak-anak daerah.

"Kita lihat memang ini seperti yang ada di mall-mall," ujar Helfandi.

Disamping itu, kepada pihak pengelola, Helfandi meminta untuk senantiasa selektif dalam menerima tamu. Kalau ada anak berpakaian sekolah, agar tidak diterima bermain di sana. "Jangan sampai ketagihan E-Zone, anak-anak mencari dan membawa uang yang sumbernya tak jelas dari mana. Nanti kesannya tidak bagus," pesan Helfandi.

Selain itu, waktu operasional juga harus diperhatikan. Jangan sampai kehadiran E-Zone disalahgunakan. Arena permainan anak-anak diisi oleh orang dewasa atau orang tua lalu berindikasi terjadinya praktik judi.

"Saya harap dengan keberadaaan E-Zone bisa memberi dampak positif dan jangan disalahgunakan. Jangan judul usaha permainan anak tapi anak tak bisa masuk, dan jam operasionalnya juga malam sehingga terjadi hal-hal tak diinginkan," katanya lagi.

Selain itu, kepada pihak pengelola atau investor, diminta juga melirik investasi bidang lain.

Menanggapi permintaan Camat Helfandi, Humas E-Zone Cabang Selatpanjang Herman mengatakan, memang ada batasan jam operasional. Yaitu dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Sementara anak-anak yang akan bermain harus didampingi orang tua. Kalau pun datang sendiri, tidak pada jam sekolah dan maksimal hanya boleh membelanjakan uang sebesar Rp50 ribu.

"Tujuan dibuka E-Zone ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan hiburan. Kami melayani anak-anak, tapi jangan berpakaian sekolah dan wajib didampingi keluarga," tegas Herman.

Ditambahkan Erry, penanggungjawab E-Zone, saat ini ada sekitar 30 alat permainan di sana. Coin yang digunakan untuk bermain harus dibeli seharga Rp1000 per keping. "Khusus hiburan, tamu yang datang akan dicek di depan. Anak-anak berpakaian sekolah tidak dibenarkan," tambah Erry. ***

Kategori:PON, Riau, Badminton
wwwwww