Jalankan Program yang Inovatif, Puskesmas Sungai Apit Raih Peringkat I se-Indonesia

Jalankan Program yang Inovatif, Puskesmas Sungai Apit Raih Peringkat I se-Indonesia
Jum'at, 09 November 2018 14:48 WIB
Penulis: Ira Widana
SIAK - Prestasi gemilang kembali diraih oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sungai Apit, Siak. Puskesmas yang dipimpin oleh dr Adrian itu meraih juara 1 terbaik tingkat nasional dalam penilaian fasilitas kesehatan tingkat pertama berprestasi kategori Puskesmas daerah terpencil.

Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi menyampaikan tahniah kepada Kepala Puskesmas Sungai Apit, dr Adrian yang sejak awal optimis Puskesmas yang dipimpinnya meraih juara I pada penilaian Puskesmas Terbaik 2018 secara nasional kategori daerah terpencil.

"Alhamdulillah, ini prestasi yang sangat gemilang. Puskesmas Sungai Apit bisa meraih juara 1 se Indonesia. Sejak awal masuk dalam tiga besar nasional, dr Adrian juga sudah percaya diri program-program yang diluncurkannya sangat bermanfaat dan innovatif. Ditambah lagi dukungan Pemkab dan masyarakat Siak," kata Syamsuar kepada GoRiau.com, Jumat (9/11/2018).

Tak hanya sekali ini saja, Puskesmas Sungai Apit sudah banyak menerima penghargaan tingkat kabupaten hingga tingkat nasional. Seperti, taman obat keluarga (Toga) juara I tingkat Nasional, tenaga farmasi juara III nasional dan lain-lain.

Camatnya mendukung semua program kesehatan yang ada di Puskesmas, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Puskesmas Sungai Apit ini telah membuat program 3 in 1 Sofi (solution for immunization) yang terdiri dari Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Imunisasi (FKMPI), Diari sehatku dan Suci (software imunisasi berbasis komputer).

Selain itu, di Puskesmas Sungai Apit telah dibentuk kader jumantik cilik anak sekolah (Kajucil), dan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) di setiap kampung.

Biasanya pos UKK berada di industri-industri dan perusahaan, tapi Sungai Apit justru berada di tengah-tengah masyarakat petani, sehingga petani sudah tahu menjaga kesehatan dalam bekerja sehari-hari.

Pada Pos UKK, juga dilaksanakan kegiatan lain seperti olahraga/senam sekali seminggu, penyuluhan kesehatan dan ajang silaturahmi antar masyarakat terutama petani, dan biayanya dari masyarakat itu sendiri, donatur maupun dari CSR perusahaan.

Sebelumnya, kata Adrian, proses penilaian yang dilakukan oleh tim Kemenkes ini juga sangat membantu untuk persiapan akreditasi pada 2020 mendatang. Secara tak langsung pihaknya mendapatkan masukan yang diberikan oleh tim verifikator pusat tersebut.

"Penilaian ini merupakan salah satu bentuk pembinaan dan pengawasan yang dilakukan secara teratur dan berjenjang untuk memberikan pengakuan penghargaan atas prestasi dari sebuah FKTM," sebut dr Adrian. ***

wwwwww