Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
15 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
17 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
13 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
9 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
5
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
10 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
10 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

APBD Inhu 2019 Menurun, OPD Dimnta Atur Belanja Menurut Skala Prioritas Ketat

APBD Inhu 2019 Menurun, OPD Dimnta Atur Belanja Menurut Skala Prioritas Ketat
Selasa, 13 November 2018 20:54 WIB
Penulis: Jefri Hadi
RENGAT - Usai menuai kesepakatan, DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Indragiri Hulu, Riau menggelar paripurna penyampaian nota keuangan RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun 2019.

Bertempat di ruang paripurna lantai II Gedung DPRD Inhu, sidang tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Inhu, Miswanto SE dan dihadiri langsung, Wakil Bupati Inhu, H Khairizal, Selasa (13/11/2018).

Dalam penyampaiannya, Khairizal menyebutkan bahwa pendapatan Kabupaten Inhu saat ini sangat terbatas. Maka dari itu, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk dapat mengatur pembelanjaan menurut skala prioritas yang ketat, dan melakukan penghematan di segala bidang, antara lain dengan memangkas pengeluaran yang tidak penting. 

"Belanja ditujukan buat memenuhi kebutuhan bukan untuk memenuhi keinginan, dan pengeluaran ditujukan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Khairizal.

Dijelaskan Khairizal, kebijakan pendapatan daerah tahun anggaran 2019 sebesar Rp 1.147.473.424.840, mengalami penurunan sebesar Rp 250.396.713.346,02. 

Dalam rinciannya, PAD (Pendapatan Asli Daerah) mengalami kenaikan 4,22 persen atau sebesar Rp4.506.020.217,89 dari target PAD tahun anggaran 2018 sebesar Rp106.679.031.058,11. "Sehingga target PAD pada RAPBD tahun 2019 menjadi sebesar Rp111.185.051.276", tuturnya.

Sementara untuk dana perimbangan, Kabupaten Inhu mengalami penurunan sebesar 23,75 persen atau sebesar Rp256.089.280.467 dari target dana perimbangan tahun 2018 sebesar Rp1.078.167.789.000. 

Akibatnya, target dana perimbangan pada RAPBD Inhu 2019 menjadi Rp822.078.508.533. Namun, untuk pendapatan daerah lain yang sah, naik sebesar Rp0,56 persen atau sebesar Rp1.186.546.903,09.

Dengan demikian, rencana kebijakan anggaran belanja daerah untuk APBD tahun anggaran 2019, adalah sebesar Rp1.201.763.085.194. Dengan rincian, untuk alokasi belanja langsung Rp 720.529.473.550,77, sedangkan alokasi belanja langsung Rp 481.233.611.643,23.

"Berdasarkan uraian pendapatan daerah dan pembiayaan daerah tersebut, maka RAPBD Inhu tahun 2019 sebesar Rp1.201.763.085.194. Angka ini mengalami penurunan sebanyak 14,16 persen dari APBD tahun 2018", singkat Khairizal.

Selain Wabup Inhu, sidang paripurna tersebut juga dihadiri para kepala OPD, Camat, serta para tamu undangan lainnya. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww