Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
14 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
11 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
11 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
16 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
24 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
24 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  Badminton

Harga Beras Premium di Padang Melonjak Naik hingga Rp3.000 per Gantang

Harga Beras Premium di Padang Melonjak Naik hingga Rp3.000 per Gantang
ilustrasi
Selasa, 13 November 2018 22:38 WIB
PADANG - Harga beras eceran di Kota Padang, Sumatra Barat sudah mengalami kenaikan sejak pekan lalu. Terutama beras premium yang rata-rata naik sebesar Rp2.000 hingga Rp3.000 dari harga normal.

Informasi yang dihimpun di Pasar Raya Padang, pasar terbesar di daerah itu didapatkan harga beras IR 42 biasa dijual Rp21.000 per gantang dari sebelumnya Rp19.000. Satu gantang sama dengan 1,4 kilogram.

Beras medium Solok dijual Rp23.000 per gantang dari harga sebelumnya yang hanya Rp21.000 per gantang. Sedangkan beras premium jenis Sokan dijual di harga Rp25.000 per gantang.

“Memang dari pemasoknya sudah naik, kami mengikuti saja,” kata Yani (38), pedagang beras di pasar tersebut, Selasa (13/11/2018), seperti dikutip dari bisnis.com.

Menurutnya, harga beras sudah mengalami kenaikan sejak akhir bulan lalu, dan terus mengalami kenaikan hingga saat ini.

Adapun, data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatatkan inflasi Oktober 2018 salah satunya juga dipicu naiknya harga komoditas beras, selain kenaikan pada harga cabai.

Beras mengalami inflasi sebesar 2,50% di Kota Padang dan 3,39% di Bukittinggi, sehingga ikut berkontribusi menyebabkan inflasi di dua kota tersebut, setelah beberapa bulan sebelumnya mengalami deflasi.

Di Kota Padang misalnya mengalami inflasi 0,8% dan Bukittinggi 0,92%, dengan inflasi kalender atau dari Januari hingga Oktober sebesar 2,19% di Padang dan 1,73% di Bukittinggi.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, atau year on year (yoy) inflasi dua kota itu masing – masing 3,41% dan 2,43%.

Selain beras, penyumbang inflasi terbesar adalah cabai merah yang naik 16,10% dengan sumbangan terhadap inflasi daerah itu mencapai 0,41% di Padang dan naik 37,64% dengan kontribusi terhadap inflasi sebesar 0,57% di Bukittinggi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar Candra mengatakan pengaruh cuaca dengan intensitas hujan tinggi dalam beberapa bulan terakhir mempengaruhi produksi beras daerah itu.

“Jadi banyak gabah yang belum kering karena hujan terus, jadi tidak bisa masuk ke penggilingan,” katanya.

Meski begitu dia menyebutkan, secara umum pasokan beras di daerah itu masih terkendali dengan baik karena beberapa daerah sudah melakukan panen, sehingga tinggal melakukan penggilingan.

Dia juga mengklaim produksi padi Sumbar tahun ini bakal sesuai target sebesar 3 juta ton, termasuk melalui program cetak sawah baru di beberapa daerah. ***

Editor:arie rf
Sumber:bisnis.com
Kategori:Badminton, Ekonomi, Sumatera Barat
wwwwww