Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
13 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
15 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
9 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
8 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Badminton

Mahasiswa Kampar Kiri Kritik Pemerintah Terkait Jalan Penghubung Lipat Kain - Lubuk Agung

Mahasiswa Kampar Kiri Kritik Pemerintah Terkait Jalan Penghubung Lipat Kain - Lubuk Agung
Jalan Penghubung Lipat Kain - Lubuk Agung
Selasa, 13 November 2018 13:10 WIB
Penulis: Syawal Jose
BANGKINANG - Sejumlah mahasiswa dan mahasiswi asal Kampar Kiri mengkritik Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar terkait jalan penghubung Lipat Kain dan Lubuk Agung.

Kritikan ini dipaparkan oleh mahasiswa mahasiswi melalui media sosial akun facebook pribadinya atas nama Trivina Elsi Susanti.

Ia menilai pemerintah saat ini hanya diam dalam persoalan mengurus untuk kesejahteraan masyarakat.

"Pemerintah sekarang hanya diam, seketika telah duduk dan menjabat sebagai pemimpin provinsi dan pemimpin kabupaten. Kami tidak butuh pemimpin yang bisa mengucapkan janji saja tapi kami butuh pemimpin yang bisa mensejahterahkan rakyatnya bukan malah bikin kami susah disini bukan butuh janji tapi kami butuh bukti," tulisnya.

Lebih lanjut ia menuliskan bahwa saat ini jalan menuju kampung halamannya di Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri apabila hujan jalan di kampungnya tersebut bagaikan kubangan kerbau.

"Fakta dan realita ,kampung kami kalau hujan bagaikan kubangan kerbau yang sedang mandi dalam kubangan kalau musim hujan saat ini. Dan pada saat musim kemarau bagaikan digurun pasir seperti inilah yang terjadi di Rana Rantau Setingkai Kecamatan Kampar kiri," kesalnya.

Dari pantauan hingga Selasa, (13/11/2018) jalan penghubung Lipat Kain dan Lubuk Agung saat ini masih rusak parah, sehingga menyulitkan mobilisasi warga dari dan menuju Ibukota Kecamatan. ***

Kategori:Voli, Riau, PON, Badminton
wwwwww