Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
22 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
16 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
15 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
17 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Musim Nikahan Tiba, Pembuat Janur di Tembilahan Panen

Musim Nikahan Tiba, Pembuat Janur di Tembilahan Panen
Selasa, 13 November 2018 21:22 WIB
TEMBILAHAN - Rabiul Awal, menjadi salah satu bulan dalam tahun hijriah yang sering dimanfaatkan oleh umat Muslim di Inhil khususnya untuk menyelenggarakan pesta pernikahan.

Setiap tiba bulan Rabiul Awal atau familiar dikatakan masyarakat sebagai bulan Mulud (Maulid Nabi), maka baik KUA hingga semua yang berhibungan dengan pernikahan mulai kebanjiran orderan.

Seperti yang dialami Nanang, seorang pembuat janur pesta pernikahan di Tembilahan, jika musim pernikahan seperti ini, ia pun mengaku mendapatkan banyak orderan untuk membuat janur.

"Ya Alhamdulillah, ada saja yang pesan. Saya jualnya antara Rp250 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung tingkat kesulitan," jelas Nanang.

Ia melanjutkan, dalam proses pembuatan janur kuning dibutuhkan berbagai peralatan, seperti pelepah daun kelapa muda, pisau cuter, steples, tali plastik dan batang pisang.

"Yang paling pokok itu pelepah daun kelapa yang masih muda agar mudah dibentuknya," lanjutnya.

Ia menambahkan, untuk pembuatan satu buah janur, ia membutuhkan waktu sekitar empar jam untuk menyelesaikannya.

"Maksimal empat jam sudah rampung pembuatannya dan bisa langsung dipasang ke rumah yang mengadakan pesta," ujar Nanang. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Ekonomi, Riau, PON, Badminton
wwwwww