Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
15 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
18 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
3
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
23 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
4
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
23 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
21 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Detik-detik Jenazah PDP Corona di Sumsel Jatuh Saat akan Dikuburkan
Peristiwa
19 jam yang lalu
Detik-detik Jenazah PDP Corona di Sumsel Jatuh Saat akan Dikuburkan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Musim Nikahan Tiba, Pembuat Janur di Tembilahan Panen

Musim Nikahan Tiba, Pembuat Janur di Tembilahan Panen
Selasa, 13 November 2018 21:22 WIB
TEMBILAHAN - Rabiul Awal, menjadi salah satu bulan dalam tahun hijriah yang sering dimanfaatkan oleh umat Muslim di Inhil khususnya untuk menyelenggarakan pesta pernikahan.

Setiap tiba bulan Rabiul Awal atau familiar dikatakan masyarakat sebagai bulan Mulud (Maulid Nabi), maka baik KUA hingga semua yang berhibungan dengan pernikahan mulai kebanjiran orderan.

Seperti yang dialami Nanang, seorang pembuat janur pesta pernikahan di Tembilahan, jika musim pernikahan seperti ini, ia pun mengaku mendapatkan banyak orderan untuk membuat janur.

"Ya Alhamdulillah, ada saja yang pesan. Saya jualnya antara Rp250 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung tingkat kesulitan," jelas Nanang.

Ia melanjutkan, dalam proses pembuatan janur kuning dibutuhkan berbagai peralatan, seperti pelepah daun kelapa muda, pisau cuter, steples, tali plastik dan batang pisang.

"Yang paling pokok itu pelepah daun kelapa yang masih muda agar mudah dibentuknya," lanjutnya.

Ia menambahkan, untuk pembuatan satu buah janur, ia membutuhkan waktu sekitar empar jam untuk menyelesaikannya.

"Maksimal empat jam sudah rampung pembuatannya dan bisa langsung dipasang ke rumah yang mengadakan pesta," ujar Nanang. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Ekonomi, Riau, Umum, GoNews Group

wwwwww