Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Beruang Madu Kena Jerat Babi di Bukit Batu Bengkalis

Beruang Madu Kena Jerat Babi di Bukit Batu Bengkalis
Beruang madu yang terkena jerat babi di Dusun Kenanga, RT04, Desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau, jadi tontonan warga.
Rabu, 14 November 2018 14:36 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
PEKANBARU - Seekor Beruang Madu (Helarctos Malayanus) terjerat dengan jerat babi di Dusun Kenanga, RT04, Desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin (12/11/2018) kemarin.

Setelah mendapatkan quick respon Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menerima laporan tersebut, langsung menuju ke lokasi. Beruang tersebut terkena jerat babi yang sengaja dipasang masyarakat Desa Batang Duku di areal kebunnya. Pada umumnya, masyarakat di daerah tersebut suka menjerat babi dan dijual belikan kepada komunitas tertentu disana.

Kepala BBKSDA Riau, Suharyono kepada GoRiau.com melalui Bagian Humas Dian Indriati mengatakan, kepala balai segera memerintahkan tim penyelamatan satwa BBKSDA Riau bergerak menuju lokasi untuk mengamankan satwa tersebut.

"Tim pun berkordinasi dengan pemerintah desa, agar sebelum tim melakukan evakuasi tiba, beruang madu tidak dilukai maupun disakiti. Namun diberikan makan dan minum, serta tetap menjaga jarak dari keramaian untuk menghindari satwa menjadi stres," ujar Dian, Rabu (14/11/2018).

Setibanya tim di lokasi, dikatakan Dian, tim melakukan langkah-langkah tindakan evakuasi. Drh Deni Ramdani dari Yayasan Arshari dengan sigap melakukan pengecekan kesehatan dibantu anggota tim yang lain. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa beruang dalam kondisi sehat dan layak untuk langsung dilepasliarkan.

"Berhubung kondisi saat itu sudah malam, akhirnya tim memutuskan untuk melakukan pelepasliaran keesokan harinya. Tak lupa tim menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat yang hadir untuk tidak memasang jerat babi disekitar kawasan, walaupun di areal perkebunan sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali. Tim juga meminta kepada pemerintah setempat untuk ikut mensosialisasikan kepada masyarakat lainnya," kata Dian.

Akhirnya, masih dikatakan Dian, pada tanggal 13 November 2018 pagi, tanpa ada kendala beruang madu dilepasliarkan ke habitatnya disuatu kawasan konservasi yang jauh dari pemukiman penduduk.

"Semoga untuk kedepannya kesadaran melestarikan satwa liar makin tumbuh di masyarakat dan pemasangan jerat babi tidak lagi dilakukan sehingga anak cucu kita masih dapat melihat keanekaragaman satwa di Pulau Sumatera," ungkap Dian menyampaikan sesusai instruksi Kepala BBKSDA Riau.

Pelaksanaan penyelamatan satwa liar ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan BBKSDA Riau dalam rangka tanggap darurat penanggulangan konflik antara manusia dan satwa liar. ***

wwwwww