Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
19 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
22 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
23 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
24 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
6
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
6 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Home  /  Berita  /  Badminton

Ini Penyebab Robohnya Pagar SDN 141 Pekanbaru Menurut Kepolisian

Ini Penyebab Robohnya Pagar SDN 141 Pekanbaru Menurut Kepolisian
Rabu, 14 November 2018 11:11 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Pasca robohnya tembok pagar SD Negeri 141 Pekanbaru yang menelan dua korban tewas, Rabu (14/11/2018), pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab robohnya tembok tersebut.

Kapolsek Bukit Raya, Kompol Pribadi menuturkan, dugaan sementara penyebab robohnya tembok 'maut' SD Negeri 141 Pekanbaru yang berada di Jalan Tengku Bey (Utama), Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru itu akibat adanya genangan air disekitar pagar.

"Dugaan sementara karena disekitar tembok pagar tersebut digenangi air. Akibatnya membuat pondasi pagar tak kuat menahan beban hingga pagar tersebut roboh dan menimpa sejumlah orang," kata Pribadi kepada GoRiau.com.

Mengungkap penyebab pasti robohnya pagar SD tersebut, Pribadi melanjutkan, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan mendalam termasuk memeriksa sejumlah saksi termasuk pihak sekolah. "Kita masih meminta keterangan sejumlah saksi," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Jalan Tengku Bey (Utama), Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau dihebohkan dengan runtuhnya tembok pagar SD Negeri 141 Pekanbaru, Rabu (14/11/2018) pagi.

Dalam insiden itu, setidaknya ada dua orang korban meninggal dunia, yakni Yanitra (17) siswi SMA Negeri 14 Pekanbaru dan seorang bocah laki-laki William Maleaki Hutaean (7) yang merupakan siswa SD nahas tersebut.

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto mengungkapkan, dalam insiden tersebut diketahui masih ada lima orang korban yang menderita cidera.

"Selain korbanyang meninggal dunia, masih ada beberapa korban yang mengalami cidera dan saat ini sudah dirujuk ke RS Syafira untuk mendapatkan perawatan medis," pungkasnya. ***

Editor:Barkah Nurdiansyah
Kategori:Olympic, Riau, Umum, Badminton
wwwwww