Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
23 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
20 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
23 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
6 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
19 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Sejumlah Saksi Diperiksa Terkait Robohnya Tembok SD 141 Pekanbaru yang Tewaskan Dua Pelajar

Sejumlah Saksi Diperiksa Terkait Robohnya Tembok SD 141 Pekanbaru yang Tewaskan Dua Pelajar
Rabu, 14 November 2018 11:25 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Riau menyelidiki peristiwa robohnya tembok Sekolah Dasar Negeri 141 di Jalan Tengku Bey, Kecamatan Bukit Raya, Riau, Rabu (14/11). Kejadian itu menewaskan dua pelajar, satu siswi SMA 14 Pekanbaru, satu lagi siswa SDN 141.

''Kejadian ini masih kita selidiki. Terlalu dini untuk menyimpulkan siapa yang bertanggung jawab, kita dalami dulu,'' ujar Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto di lokasi.

Susanto juga tengah fokus mengevakuasi korban serta menjenguk ke Rumah Sakit Syafira, tempat para korban dirawat. Sepeda motor juga dievakuasi dari runtuhan tembok lama yang sedang diperbaharui itu. ''Langkah awal kita maksimal untuk membantu para korban,'' kata Susanto.

Susanto datang ke lokasi dengan meninggalkan acara kepolisian di Markas Brimob Polda Riau. Dia langsung memintai keterangan sejumlah saksi dan ikut mengevakuasi kendaraan yang tertimbun runtuhan.

Siswi yang meninggal dalam insiden itu yakni Yanitra Octavili (17), serta William Maluaki (7). Sedangkan yang mengalami luka-luka Rasyad Agus Triono (adik Yanitra), Rahma (32), Marwan (42). Sementara korban lainnya masih didata kepolisian. ***

wwwwww