Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
21 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Warga Bangko Pusako Rohil Keluhkan Kebun dan Sekolah Mereka Terendam Air

Warga Bangko Pusako Rohil Keluhkan Kebun dan Sekolah Mereka Terendam Air
Kebun dan rumah warga di Bangko Pusako Rohil terendam air
Minggu, 18 November 2018 21:23 WIB
Penulis: Amrial
BAGANSIAPIAPI - Seluruh areal perkebunan sawit milik warga yang berada di kelurahan kelurahan Bangko Kiri dan kelurahan Bangko Kanan kecamatan Bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir, Riau terendam air. Tingginya curah hujan menjadi penyebab utama selain penyumbatan parit primer inti yang sudah lama tidak dinormalisasi.

"Kondisi ini sudah terjadi sejak tiga tahun yang lalu. Akibanya, lahan kami sudah tidak berproduksi lagi menghasilkan buah akibat terendam air," kata warga Bangko Pusako, Lamhot Hutapea, Minggu (18/11/2018).

Dia menyebutkan, akibat satu satunya sumber mata pencahrian dari sektor perkebunan, dirinya mengaku sulit mencari nafkah untuk keluarganya dan bahkan anak-anaknya terancam putus sekolah.

"Sudah 3 tahun ini airnya tak pernah kering pak. Itulah sebabnya banyak yang musnah lahan-lahan sawit kami," ujar Lamhot.

Dikatakannya, masalah banjir didaerah disebabkan penyumbatan aliran parit primer di sepanjang jalan poros atau jalan Annas Maamun kecamatan Bangko Pusako. Gorong-gorong juga tidak berfungsi maksimal karena banyak berdiri rumah permanen diatas parit utama tersebut.

Dirinya sudah pernah menuliskan surat permohonan penyelesaian persoalan petani ke Polres Rokan Hilir dengan tembusan Lurah dan Camat. Tapi sampai saat ini, belum ada solusi untuk mereka.

Selain merendam perkebunan, beberapa sekolah di kelurahan Bangko Kanan juga terpaksa diliburkan karena terendam air. Solusi swadaya juga sudah disampaikan mereka kepada pemerintah untuk mengatasi atau menormalisasi parit tersebut.

Dia berharap agar pemerintah memberikan solusi atas terendamnya kebun sawit mereka dengan alternatif walaupun tidak harus melalui anggaran APBD, minimal berswadaya menurunkan alat berat. ***

wwwwww