Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
23 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
17 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
20 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
20 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
22 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Berulangkali Cemari Sungai, DLH Kuansing akan Tutup IPAL PT SUN

Berulangkali Cemari Sungai, DLH Kuansing akan Tutup IPAL PT SUN
Senin, 19 November 2018 13:51 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan memberikan sanksi tegas terhadap PT Sinar Utama Nabati (SUN) yang terbukti mencemari Sungai Bawang.

"Kita akan tutup kolam IPAL-nya. Saat ini, kita sedang mempelajari bagaimana format sanksi tersebut," ujar Plt Kepala DLH Rustam melalui Kepala Bidang Peningkatan dan Penataan Kapasitas Lingkungan Hidup, Aprimon, Senin (19/11/2018) siang di Telukkuantan.

Jauh sebelum ini, DLH Kuansing sudah memberikan beberapa teguran kepada PT SUN yang dinilai lalai dalam pengelolaan limbah. Akibatnya, limbah PT SUN sering kali mencemari Sungai Bawang.

"Surat teguran sudah ada. Bahkan, kita memberikan pengawasan khusus kepada PT SUN. Sekali seminggu kita turun ke lapangan," ujar Aprimon.

Ternyata, usaha dari DLH Kuansing yang mengontrol PT SUN sepertinya sia-sia. Sebab, pada Jumat (16/11/2018) lalu, limbah kembali membanjiri Sungai Bawang. PT SUN pun mengakui bahwa limbah yang mencemari Sungai Bawang berasal dari kolam IPAL.

Sementara itu, Manager PT SUN Edi Yamin yang dihungi GoRiau.com, Senin (19/11/2018) siang, enggan berbicara banyak tentang limbah perusahaannya. "Bentar-bentar, bentar ya, Bang," jawab Edi dan langsung mengakhiri sambungan telpon selulernya. ***

wwwwww