Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
18 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
6 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
17 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
20 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Kepala OPD Harus Awasi Penggunaan APBD-P

Kepala OPD Harus Awasi Penggunaan APBD-P
Senin, 19 November 2018 22:34 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Sekda Kepulauan Meranti Yulian Norwis meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah mengawasi penggunaan APBD-P. Sebab, uang tersebut merupakan dana masyarakat.

Pesan itu disampaikan Yulian Norwis di hadapan ratusan ASN saat bertindak sebagai pembina upacara di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti, Senin (19/11/2018).

Kata Icut, panggilan akrab Yulian Norwis, dana yang digunakan merupakan uang masyarakat yang diamankan kepada ASN. Untuk itu, penggunaannya harus jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Semua kegiatan menggunakan APBD-P hingga akhir tahun ini harus bisa dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan dengan baik, kepala OPD harus bisa mengawalnya," ujar Icut.

Kepada seluruh pegawai dituntut bisa memberikan pelayanan yang nyaman kepada masyarakat. ASN dituntut bisa bekerja professional, disiplin, dan kreatif.

Harapan Icut itu seiring dengan semakin tingginya intensitas pelayanan yang dituntut oleh masyarakat. Jika tidak dibarengi dengan kinerja dan profesionalitas ASN, tentu akan berdampak pada terlambatnya proses administrasi yang pada akhirnya akan menimbulkan kekecewaan masyarakat.

"Saya harap kehadiran ASN di tengah masyarakat mampu menjawab tuntutan publik, dan yang terpenting masyarakat merasa terbantu dan nyaman atas pelayanan yang kita berikan," kata Icut. 

"Ini tantangan yang harus kita selesaikan dengan baik, jangan sampai masyarakat kecewa dengan pelayanan ASN yang lambat dan tidak profesional," tambahnya.

Kehadiran Peserta Apel Tak Sampai 90 Persen

Kadiran peserta apel pada hari terjepit itu tak sampai 90 persen. Paling tinggi itu di angka 87,8 persen, yaitu peserta yang merupakan pejabat eselon II. Kehadiran pejabat eselon III sebanyak 73 persen, pejabat eselon 4 sebanyak 81 persen dan staf 82 persen.

"Kehadiran peserta apel gabungan tanggal 19 November 2018, bertepatan dengan hari terjepit, cukup bagus," kata Sekretaris BKD Bakharuddin.

Atas kehadiran peserta, Sekda Meranti Yulian Norwis, mengucapkan apresiasi yang tinggi. Kehadiran itu menurut Icut merupakan bukti disiplin dan kesadaran dari ASN dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik.

"Saya ucapkan terima kasih kepada ASN dan seluruh yang hadir. Semoga disiplin dan kinerja yang baik ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi dimasa-masa yang akan datang. Karena masyarakat menanti apa yang bisa kita lakukan untuk mensejahterakan mereka," pungkas Icut mengakhiri. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww