Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
7 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
5 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
9 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
5 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Home  /  Berita  /  Badminton

Begini Respons MUI Riau Terkait Pernyataan Ketum PSI Tolak Perda Syariah

Begini Respons MUI Riau Terkait Pernyataan Ketum PSI Tolak Perda Syariah
Selasa, 20 November 2018 13:20 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, M Nazir Karim sangat menyesalkan pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie yang menolak peraturan daerah (Perda) berlandaskan agama termasuk Perda Syariah.

"Kami sangat menyesalkan, itu sama saja kan anti agama. Ini tidak bisa ditolerir," kata Nazir kepada GoRiau.com melalui sambungan telepon selulernya di Pekanbaru, Senin (19/11/2018) sore.

Ia pun menegaskan, bahwa di dalam Pancasila saja sudah jelas dibunyikan pada sila pertama berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Yang artinya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini menempatkan agama dalam posisi yang penting dan mengakui keberadaan Tuhan Yang Maha Esa.

"Dalam Pancasila ada itu, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, itu Tuhan," sebutnya.

Sejak dulu, Nazir pun mengaku sudah mengingatkan supaya seluruh umat muslim tidak salah dalam memilih pemimpin dan jangan memilih yang anti islam.

"Memang sejak dulu kita sudah serukan, jangan memilih yang anti islam," tandasnya. ***

wwwwww