Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Miris, Bangunan SMP Negeri di Kateman Ini Sudah Miring dan Berlubang

Miris, Bangunan SMP Negeri di Kateman Ini Sudah Miring dan Berlubang
Rabu, 21 November 2018 23:05 WIB
TEMBILAHAN - Sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 03 yang terletak di Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, Inhil, Riau kondisinya sudah sangat mempeihatinkan.

Dimana, tidak hanya sudah miring, dinding bangunan sudah terkelupas, bahkan lantai bangunan juga sudah berlubang.

Kepala SMPN 03 Desa Air Tawar, Bustami mengatakan, bahwa pihaknya sudah meminta untuk rehabilitasi dan perbaikan gedung tersebut kepada Pemkab Inhil melalui Dinas Pendidikan Inhil.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada kepastian dari pihak terkait kapan bangunan tersebut bisa diperbaiki.

Meski kondisi bangunan sudah tidak layak, namun pihak sekolah mengakui tidak punya pilihan lain, selain terus melanjutkan proses belajar mengajar.

Kondisi bangunan di beberapa ruangan sudah tidak layak dijadikan tempat belajar mengajar, tetapi pihak sekolah mengaku tak punya pilihan.

"Lantai berlubang, dinding terkelupas, pokoknya kalau sudah hujan deras, air bakalan masuk ke dalam ruang belajar," ujar Bustami.

Karena keterbatasan dana, ia mengatakan tidak bisa berbuat banyak untuk memperbaiki bangunan tersebut.

"Ada dana BOS, tapi itu cuman cukup untuk bayar gaji guru honorer, beli alat tulis kantor dan pengadaan buku," lanjutnya

Karena itulah, ia mengaku sangat mengharapkan perhatian dari Pemkab Inhil untuk perbaikan sekolah yang dipimpinnya itu.

"Kita sangat berharap, di tahun 2019 dianggarkan untuk perbaikan sekolah kami ini, karena jika dibiarkan terus menerus, kita takutnya menimpa siswa saat tengah belajar," cetus Bustami. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Olympic, Riau, Umum, PON, Badminton
wwwwww