Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
5 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
23 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
23 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Home  /  Berita  /  Badminton

Tertinggi di Tenayan Raya, Kasus DBD di Pekanbaru Terus Meningkat

Tertinggi di Tenayan Raya, Kasus DBD di Pekanbaru Terus Meningkat
Kamis, 22 November 2018 19:57 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru terus mengalami meningkat. Hingga bulan November 2018, setidaknya sudah tercatat 316 kasus di minggu ke-46 tahun ini, dengan kasus tertinggi berada di Kecamatan Tenaya Raya, yakni 59 kasus.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, berikut ini jumlah kasus DBD dimasing - masing kecamatan, yakni di Kecamatan Payung Sekaki 49 kasus, Kecamatan Tampan 47 kasus, Kecamatan Marpoyan Damai 39 kasus, dan Bukit Raya 21 kasus. Kemudian di Kecamatan Sail 3 kasus, Kecamatan Lima Puluh 18 kasus, Rumbai 18 kasus, Rumbai Pesisir 18 kasus, Pekanbaru Kota 10 kasus, Kecamatan Senapelan 22 kasus, dan terakhir di Kecamatan Sukajadi 18 kasus.

Namun, meskipun tampak kian bertambah selama 2018, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Pekanbaru Gustiyanti, mengatakan jumlah tersebut jauh lebih rendah dari kasus DBD ditahun 2017.

"Tahun ini jauh lebih rendah dari tahun kemarin," ujarnya, Kamis, (22/11/2018).

Gustiyanti juga menuturkan bahwa penyebaran kasus DBD dapat diakibatkan oleh perilaku masyarakat. Sehingga masyarakat harus berkomitmen untuk menekan angka kasus DBD, dengan membersihkan tempat - tempat perkembangbiakan nyamuk.

"Selagi masyarakat tidak mendukung, kasus DBD ini akan terus ada, karena penyebarannya berkaitan denga lngkungan masyarakat. Kita akan terus menjalankan program yang ada seperti Kader Jumantik, obat penawar juga disediakan di Puskesmas untuk penyakit ringan," paparnya.

Selain itu pihak Diskes juga akan turun untuk memfogging rumah yang terkena DBD. Ia juga menganjurkan agar menggunakan abate yang dapat diperoleh secara gratis di Puskesmas. ***

Kategori:Voli, Riau, PON, Badminton
wwwwww