Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
7 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
5 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
9 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
5 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Home  /  Berita  /  Badminton

Banjir Datang Lagi, Rumah Warga Kuansing Mulai Terendam

Banjir Datang Lagi, Rumah Warga Kuansing Mulai Terendam
Rumah warga Pangean mulai terendam banjir, Kamis (22/11/2018).
Kamis, 22 November 2018 19:58 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Hujan deras yang melanda Kuantan Singingi (Kuansing), Riau beberapa hari terakhir membuat Sungai Kuantan kembali meluap, Kamis (22/11/2018).

Akibatnya, rumah warga yang berada di Daerah Aliras Sungai (DAS) Kuantan mulai terendam.

"Air mulai ke permukaan sejak tadi malam dan siang ini sudah masuk ke rumah," ujar Yudi, warga Pulau Kumpai Pangean kepada GoRiau.com, Jumat (22/11/2018) siang.

Dengan demikian, padi masyarakat yang baru terendam di Kecamatan Pangean kembali terendam. Menurut Deka, warga Pauh Angit Pangean, areal persawahan sudah tenggelam sejak dua hari terakhir.

"Air tak hanya berasal dari luapan Sungai Kuantan, tapi juga anak sungai yang ada di Pangean. Seperti di Desa Pauh Angit ini, air berasal dari Sako dan Pulau Luas," papar Deka.

Masyarakat berharap agar hujan tidak turun lagi, sehingga banjir tidak meluas seperti yang terjadi dua minggu lalu. "Kasihan petani, padinya baru ditanam pasca banjir, kini harus tenggelam lagi," kata Deka. ***

wwwwww