Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
2
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
7 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
12 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
5 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
6 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
6
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
6 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Home  /  Berita  /  Badminton

Usut Dugaan Mark Up, Polisi Bantah Permasalahkan Soal Kemah Pemuda

Usut Dugaan Mark Up, Polisi Bantah Permasalahkan Soal Kemah Pemuda
Sabtu, 24 November 2018 22:24 WIB
Penulis: C. Karundeng
JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pada dasarnya pihaknya tidak mempermasalahkan terkait pelaksanaan kemah dan apel pemuda islam Indonesia yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga.

"Polri tidak mempermasalahkan mengenai perkemahan pemuda Kemenpora. Penggunaan anggaran negara kemenpora dilaksanakan dengan benar tidak masalah," katanya di Jakarta, Sabtu (24/11/2018).

Argo menjelaskan, yang menjadi persoalan adalah laporan pertanggungjawaban panitia yang tidak dilakukan dengan akuntable, sehingga muncul kecurigaan adanya mark up.

"Yang menjadi masalah apabila LPJ tidak dipertanggungjawabkan dengan benar sesuai aturan. Maka dalam laporan kegiatan perkemahan kemenpora ta 2017 diduga dimark up dan berpotensi merugikan keuangan negara," jelasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww