Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

KLHK Kantongi Data Perusak Hutan Bukit Betabuh di Indragiri Hulu

KLHK Kantongi Data Perusak Hutan Bukit Betabuh di Indragiri Hulu
Senin, 26 November 2018 16:21 WIB
Penulis: Hermanto Ansam
PEKANBARU - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyelidiki perambahan kawasan hutan lindung Bukit Betabuh seluas 3.500 hektare di Desa Pauh Ranap Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. ‎Beberapa nama mafia dan perusahaan sudah dimiliki penyidik KLHK.

"Kami sudah mengantongi data dan informasi yang memadai terkait‎ perambahan kawasan hutan Bukit Betabuh," ujar Direktur PPH, Gakum KLHK, Sustyo Iriono saat dihubungi Senin (26/11/2018).

Dia menyebutkan, penyidik KLHK telah memasuki kawasan hutan yang diduga dirambah perusahaan PT Mulia Agro Lestari itu. Namun, pihaknya tidak ingin terburu-buru menyimpulkan siapa mafia yang bakal jadi tersangka dalam kasus pengrusakan hutan itu.

''Sudah masuk agenda operasi, insya Allah bisa segera kami tindak, penyelidikan dan penyidikan di lokasi,'' kata Sutyo.

PT MAL pernah mengajukan perizinan ke Pemkab Indragiri Hulu atas lahan seluas 3.500 hektare di atas kawasan hutan Bukit Betabuh. Namun, pemerintah menolak pengajuan itu karena atas dasar kawasan hutan tersebut tidak boleh dijadikan perkebunan kelapa sawit.

Namun prakteknya, PT MAL tetap ngotot mendirikan kebun sawit sejak beberapa tahun lalu. Saat ini, buah kelawat mereka telah panen dan bisa menggaji sejumlah karyawan.

PT MAL juga mendirikan koperasi Tani Sawit Mulia Lestari untuk memanen sawit itu, bekerja sama dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo).

Kasi Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMP-TSP), Pemkab Inhu, Sutrisno sebelumnya mengatakan, hingga sekarang PT MAL ‎belum memilik izin apapun.

Kasus itu juga telah dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Riau pada September 2017‎. Namun hingga kini, kepolisian belum juga turun tangan untuk menyelamatkan salah satu hutan yang dilindungi di Indonesia itu.

PT MAL juga telah dipanggil DPRD Indragiri Hulu beberapa waktu lalu. Namun, meski 3 kali dipanggil untuk hearing, namun tidak satupun pihak PT MAL yang hadir di gedung legislatif itu. Meski demikian, DPRD Indragiri Hulu juga tak terlihat tegas menyelamatkan hutan negara tersebut. (gs1)

Kategori:Voli, Riau, PON, Badminton
wwwwww