Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Sebanyak 37 Guru Penulis Buku di Siak Terima Penghargaan dari Bupati Syamsuar

Sebanyak 37 Guru Penulis Buku di Siak Terima Penghargaan dari Bupati Syamsuar
Bupati Siak, Drs H Syamsuar menyerahkan penghargaan kepada para guru pengarang buku.
Senin, 26 November 2018 11:12 WIB
Penulis: Ira Widana
SIAK - Pada kegiatan Seminar Pendidikan sempena HUT PGRI ke 73 dan Hari Guru Nasional 2018, sebanyak 37 guru di Kabupaten Siak menerima penghargaan oleh Bupati Siak. Para guru ini terbilang guru yabg kreatif dan inovatif dengan melahirkan karyanya berupa buku.

Penghargaan itu diserahkan Bupati Siak, Drs H Syamsuar ini dilakukan sebelum membuka secara resmi seminar pendidikan itu. Ia bahkan sempat berbincang singkat dengan beberapa penulis buku yang membuatnya penasaran dengan judul buku yang dipilih.

"Dari sekian banyak buku yang tadi, saya sempat bertanya dengan penulis buku yang isinya menuntut kesabaran. Artinya berbagai macam kelakuan anak didik yang dihadapi dengan kesabaran oleh gurunya juga membuahkan hasil yang maksimal," kata Syamsuar.

Masih dikatakan Syamsuar, pengarang buku mencerikan bahwa sebagai guru, dia juga kerap mendapat caci maki dan ejekan dari anak didiknya yang berbagai macam karakter.

Namun karena UU perlindungan anak, guru di sekolah tak dapat berbuat banyak selain sabar menghadapi sikap anak didik.

"Kalau dulu kita sekolah, biasa saja dimarahi guru. Kalau mengadu di rumah tambah dimarahi lagi sama orang tua. Tapi kalau sekarang tidak bisa begitu, nanti kena UU perlindungan anak," kata Syamsuar lagi.

"Tetapi, akhir dari cerita dalam buku itu, sang guru senang melihat buah dari kesabarannya mendidik selama ini. Anak-anak yang dulu mencaci dan mengejeknya itu kini menjadi anak yang berhasil dan berguna bagi masyarakat," tutur Syamsuar lagi bercerita.

Syamsuar sangat mengapresiasi karya buku para guru di Kabupaten Siak ini dengan harapan dalam waktu dekat segera dicetak dan kerjasama dengan sejumlah penertiban. Tentunya semangat membuat buku ini juga dapat memotivasi para guru yang lainnya.

Untuk pendidikan, Bupati Siak dua periode ini sangat komitmen sejak mulai dilantik sebagai pemimpin Siak. Agar tidak ada anak Siak yang putus sekolah atau tidak bersekolah, Pemkab Siak membuat perda wajib belajar 12 tahun dan membantu biaya pendidikan kepada anak yang tidak mampu.

"Banyak kami temukan orangtua yang mengeluh tak mampu menyekolahkan anaknya. Saya ingat dulu saya juga susah untuk bisa sekolah, karena orangtua saya juga orang susah. Tapi karena usaha san ikhtiar, saya bisa menjadi seorang bupati dan juga gubernur Riau," kata Syamsuar lagi.***

Kategori:Voli, Riau, Umum, Badminton
wwwwww