Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
21 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
18 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
22 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
23 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Sebabkan Pasien Terlantar, Dewan Kecam Aksi Mogok Pelayanan Dokter di Riau

Sebabkan Pasien Terlantar, Dewan Kecam Aksi Mogok Pelayanan Dokter di Riau
Noviwaldy Jusman
Selasa, 27 November 2018 13:24 WIB
Penulis: Nyimas Naima Azzahra
PEKANBARU - Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Noviwaldy Jusman mengecam seruan mogok kerja Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI) Riau yang menyebabkan banyak pasien terlantar.

Aksi mogok ini merupakan bentuk solidaritas teman seprofesi terkait ditahannya dua anggota mereka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru atas dugaan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan senilai Rp1,5 miliar.

Politisi yang akrab disapa Dedet ini mengatakan, bahwa dokter merupakan profesi yang mulia. Sehingga ia sangat menyayangkan seruan aksi mogok tersebut.

"Sedih hati saya mendengar kabar tersebut, bagai petir di siang bolong. Dokter itu profesi mulia yang mengutamakan keselamatan pasien. Dan saya juga menerima pengaduan banyak pasien yang terlantar," ujar Dedet di ruangannya, Gedung DPRD Provinsi Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Selasa (27/11/2018). 

Perihal alasan mogok tersebut adalah karena solidaritas terhadap teman sejawat, politisi Demokrat ini meminta agar IKABI mengawal kasusnya dengan cara lain, bukan mogok kerja dan mengorbankan pasien.

"Kawal kasusnya, sewa pengacara dan silakan bela teman sejawat karena mereka kan memang ada sumpahnya. Bukan dengan mogok kerja dan membuat pasien terlantar," paparnya lagi. 

Dedet juga meminta agar para dokter yang mogok kerja tersebut menghormati proses hukum. Sebab, jika dokter yang ditahan terbukti tidak bersalah, maka penegak hukum juga akan membebaskannya.

Sebelumnya, sebagai bentuk perlawanan atas penahanan dua anggota mereka di Kejari Pekanbaru, beredar surat imbauan aksi menghentikan pelayanan para dokter spesialis bedah operasi elektif dimulai sejak Senin (26/11/2018) lalu oleh IKABI Korwil Riau. ***

wwwwww