Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
Peristiwa
20 jam yang lalu
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
2
Dirjen PRL Kementerian Kelautan Wafat Setelah Terinfeksi Corona
Nasional
24 jam yang lalu
3
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
Politik
22 jam yang lalu
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
4
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
Politik
20 jam yang lalu
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
5
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan 'Para-Para Papua'
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan Para-Para Papua
6
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Berada di Pinggir Laut, Lapangan SMPN 1 Panipahan Laut Sering Kena Air Pasang

Berada di Pinggir Laut, Lapangan SMPN 1 Panipahan Laut Sering Kena Air Pasang
SMPN 1 Pasir Limau Kapas
Kamis, 29 November 2018 01:03 WIB
Penulis: Amrial
BAGANSIAPIAPI - SMP Negeri 1 Kepenghuluan Penipahan Laut, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, satu dari beberapa sekolah yang berada di tepi laut Selat Malaka yang kondisinya cukup memprihatinkan. Meski kegiatan belajar mengajar tidak pernah terganggu, namun bangunannya sudah banyak yang keropos.

Selain bangunan, areal upacara juga tidak layak karena pekarangannya yang tidak bisa digunakan sepenuhnya untuk aktifitas, karena sering kena air pasang. Karenanya, sekolah ini mungkin salah satu yang perlu diperhatikan Pemkab Rohil untuk kedepannya.

''Kami butuhkan pembangunan lapangan upacara dari pemerintah, tapi sampai sekarang belum terealisasi," kata Kepsek SMPN 1 Pasir Limau Kapas, Ruslan,S.Pd, Rabu (28/11/2018).

Sekolah yang terletak persis di pinggir Jalan Kuning Jalil ini, sudah berdiri sejak tahun 2006 silam. Sebagai satu-satunya sekolah yang ada di desa itu, fasilitas yang ada tidak memadai dan sangat memprihatinkan.

Dikatakan Ruslan, sekolah ini miliki pekarangan 50 x 100 meter, namun sering tergenang yang berasal dari pasang laut maupun air hujan. ''Apatah lagi letak sekolah kami berada di pinggir pantai,'' ujarnya.

Selain lapangan, ada juga bagian bangunan yang membuat mereka khawatir karena sudah banyak yang keropos. Terutama bagian plafon atas ruang kelas belajar siswa.

''Kami dari pihak sekolah membutuhkan bantuan lapangan upacara dan perbaikan gedungagar sama dengan sekolah-sekolah lainnya,'' ungkapnya. ***


wwwwww