Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
8 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Harga Kelapa di Kuala Kampar Merosot Tajam, Petani Hanya Dapat Rp150 Per Butir

Harga Kelapa di Kuala Kampar Merosot Tajam, Petani Hanya Dapat Rp150 Per Butir
Kamis, 29 November 2018 08:50 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - Harga kelapa di Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan semakin merosot dalam beberapa bulan terakhir ini. Petani sentra produksi kelapa di Pelalawan tidak lagi bisa berharap banyak.

Harga jual kelapa pada bulan sebelumnya masih dikisaran Rp 750, kini hanya dihargai Rp 400 per butir.

''Sekarang malah Rp 400 per butirnya. Jauh sebelum bulan puasa harga semakin jatuh,” sebut Dedi, kepada GoRiau, Kamis (29/11/2018).

Ia menguraikan, dari harga jual kelapa sebesar Rp 400 per butir petani hanya dapat mengantongi Rp 150 per butir. Sebab masih ada pemotongan untuk biaya panen dan angkutan.

"Upah kopek (kupas, red) Rp 100, ongkos angkat kelapa ke gudang atau kapal Rp 150. Itupun masih tergantung jarak tempuh. Jadi jumlah bersih petani Rp 150," sebutnya.

Selama ini, petani kelapa di Kuala Kampar menjual hasil panennya ke Pulau Sambu. Dalam setahun, setidaknya petani bisa memanen antara 3 hingga 4 kali per tahun.

"Harga kelapa di Penyalai (Kuala Kampar, red) begitu. Hasil panen dari sini dibawa ke Guntung, PT Sambu, disana kapal ngantri 1 sampai 2 minggu untuk membongkar kelapa ke perusahaan," ungkap warga Kuala Kampar.

Sentra penghasil kelapa di Kuala Kampar ada beberapa desa, yakni Desa Sokoi, Sungai Mas, Tanjung Sum, Teluk Bakau, Teluk Beringin dan sebagian Kelurahan Teluk Dalam. ***

wwwwww