Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
22 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
16 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
20 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
20 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
24 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

TNI Terkendala Signal dan Jalan Menuju Lokasi Penembakan 31 Pekerja di Papua

TNI Terkendala Signal dan Jalan Menuju Lokasi Penembakan 31 Pekerja di Papua
Ilustrasi.
Selasa, 04 Desember 2018 11:58 WIB
PAPUA - TNI mengirim 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau sekitar 130 orang pasukan menuju lokasi pembunuhan 31 pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Meski bergegas melakukan pemeriksaan pagi ini, personel terkendala akses jalan menuju lokasi.

"Daerah tersebut itu agak sulit dijangkau. Itu kalau dari Kabupaten Wamena, itu masih ke distrik 2 itu masih empat jam naik kendaraan," tutur Wakapendam XVII/ Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (4/12).

Sementara, lanjut Dax, dari distrik kedua ke distrik Yigi masih harus ditempuh sekitar dua jam perjalanan. Terlebih, kondisi jalan yang rusak membuat tim harus lebih berhati-hati.

"Informasi sulit didapat dan makanya kita harus cek ke sana dan paling kita tunggu lewat radio. Tidak melalui HP (Handphone) karena sinyal nggak ada," jelas dia.

TNI masih mempertimbangkan penggunaan jalur udara untuk menjangkau lokasi pembunuhan puluhan pekerja proyek trans Papua. Selain faktor alam, gangguan dari KKB juga bisa terjadi.

"Dari udara masih kita pertimbangkan karena sangat dipengaruhi faktor cuaca. Sekarang cuaca nggak menentu di sini. Keamanan dari pesawat itu juga harus kita pertimbangkan. Jadi opsi terbaik sementara ini lewat darat. Tadi pagi sudah kita berangkatkan 1 SSK," Dax menandaskan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:liputan6.com
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Voli, Metropolitan, Papua
wwwwww