Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
22 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
16 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
20 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
20 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
24 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Khawatir Tak Ada Penghasilan Selama Replanting, Syamsuar Beberkan Langkah Mengatasi Hal itu Kepada Petani Siak

Khawatir Tak Ada Penghasilan Selama Replanting, Syamsuar Beberkan Langkah Mengatasi Hal itu Kepada Petani Siak
Bupati Siak, Drs H Syamsuar lakukan panen perdana sawit Mitra Petani PT Asian Agri bersama Bank Mandiri Syariah seluas 310 hektar di kecamatan Kerinci Kanan kabupaten Siak Selasa, (04/12/2018).
Rabu, 05 Desember 2018 12:26 WIB
Penulis: Ira Widana
SIAK - Bupati Siak Syamsuar di hadapan ratusan warga kecamatan Kelinci Kanan menyampaikan kendala terbesar petani pasca replanting ini adalah masalah pendapatan. Mereka harus menunggu dua sampai tiga tahun baru bisa dipanen.

"Kita memalumi selama replanting petani tidak mendapatkan penghasilan, sehingga petani memilih untuk melanjutkan tanam yang sudah bertahun-tahun,"kata Syamsuar saat panen perdana Kelapa Sawit Mitra Petani PT Asian Agri bersama Bank Mandiri Syariah seluas 310 hektar di kecamatan Kerinci Kanan kabupaten Siak Selasa, (04/12/2018).

Dikatakannya, keterbatasan pengetahuan dalam melakukan peremajaan dan masalah pendapatan petani saat masa tanaman belum menghasilkan antara 2 sampai 3 tahun. Padahal masa tunggu jelang buah pasir petani dapat memanfaatkan lahan dengan menanam komoditas lain seperti jagung, semangka, cabe dan juga ternak ikan.

"Saya mengapresiasi manajemen perusahaan melalui sistem kemitraan. Hal ini bisa diselaraskan, selain memperoleh bantuan dan pendampingan dalam masa persiapan hingga proses peremajaan,"ujar Syamsuar.

Ungkapnya, masyarakat mendapatkan pelatihan ekonomi alternatif seperti salah satunya yang adalah ternak ikan patin, sehingga penghasilan petani tetap terjaga hingga masa panen sawitnya.

Saat ini, Pemerintah Indonesia tengah menjalankan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Diharapkan melalui program ini kesejahteraan petani sawit dapat meningkat. Hari ini petani akan melihat hasil dari replanting, dan diharapkan dapat terus mendorong kesejahteraan petani.

Senada juga di katakan Ketua KUD Mulus Rahayu Pawito Saring, peremajaan lahan plasma ini diikuti sebanyak 135 petani lokal. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan berkelanjutan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Siak kepada para petani kelapa sawit di Siak.

“Kami juga berharap keberhasilan kami dalam melakukan peremajaan kebun ini dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekan petani lain yang masih ragu meremajakan kebun sawitnya yang sudah tidak produktif,” tandasnya.

Head of Plantation Asian Agri, Omri Samosir menyebut bahwa replanting ini perlu dilakukan usai perkebunan melewati usia 25 tahun masa produtif. Jika tidak dilakukan replanting maka produktivitas sawit akan menurun.

"Ini dilakuan agar pekebunan bisa lebih produktif. Namun tidak sedikit petani yang ragu untuk meremajakan kebun kelapa sawit karena butuh waktu lama untuk kembali berhasil," katanya.***

wwwwww