Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Home  /  Berita  /  Badminton

PAD Siak dari Penangkaran Walet Tembus Rp 85 Jutaan Dalam Dua Bulan

PAD Siak dari Penangkaran Walet Tembus Rp 85 Jutaan Dalam Dua Bulan
Kepala Badan Keuangan Daerah Siak, Yan Prana Jaya
Jum'at, 07 Desember 2018 08:57 WIB
Penulis: Ira Widana
SIAK - Gedung sarang burung walet di Kabupaten Siak sangat banyak sekali. Dan hal ini juga menjadi salah satu penyumbang PAD Siak 2018. Tercatat dalam waktu dua bulan terakhir, pasca perda walet dijalankan, sudah Rp85 jutaan yang masuk ke PAD Siak.

Hal itu dibenarkan Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Siak, Yan Prana Jaya saat dikonfirmasi GoRiau.com di ruang kerjanya, Jumat (7/12/2018).

"Sekarang ini sudah sekitar Rp85 jutaan PAD dari walet dan itu baru dua bulan. Bagaimana jika 12 bulan atau setahun, tentu nilainya lebih besar lagi jika dikalikan dengan 1000 lebih penangkaran walet di Siak ini," kata Yan Prana.

Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Siak ini juga berharap OPD terkait lainnya melakukan pengecekan terhadap izin sarang burung walet agar pengusaha walet ini dapat tertib pajak dan menguntungkan bagi Kabupaten Siak.

"Perda sudah ada dan harus diterapkan. Dengan demikian tidak ada alasan lagi bagi pengusaha walet untuk tidak membayar retribusi atau pajak dari penangkaran walet yang dihasilkan," sebut Yan lagi.

Yan juga optimis, komitmen Pemkab Siak dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018 ini nampaknya akan melebihi target. Sebab sejumlah sektor pajak realisasinya sudah melebihi 100 persen. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww