Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
13 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
14 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Diguyur Hujan, Air Sungai Sibam Meluap, Perumahan Dwi Beringin Indah Pekanbaru Kebanjiran

Diguyur Hujan, Air Sungai Sibam Meluap, Perumahan Dwi Beringin Indah Pekanbaru Kebanjiran
Kondisi air hingga pagi ini
Jum'at, 07 Desember 2018 08:11 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Puluhan rumah di Perumahan Dwi Beringin Indah, Jalan Air Hitam, Pekanbaru, Riau terendam air akibat hujan yang mengguyur Pekanbaru, Kamis hingga Jumat pagi. Diduga banjir disebabkan banyaknya sampah di pembatas Sungai Sibam, di perbatasan Pekanbaru dan Kampar itu.

Pantauan GoRiau hingga pagi ini pukul 8.30 Wib, banjir masih merendam sejumlah rumah dan menyebabkan terganggunya aktivitas warga setempat. Saat ini ketinggian air mencapai lutut orang dewasa hingga memasuki perumahan warga.

Linda Maya Siburian, warga setempat mengatakan, sejak bulan November hingga hari ini, perumahan meraka sudah empat kali terkena banjir.

''Sudah capek kami dibuat banjir ini, semuanya terganggu, mau kemana-mana juga nggak bisa, anak sekolah juga susah, kalau sudah hujan, kami was-was. Ini keempat kali dalam bulan ini banjir seperti ini,'' sebut Linda.

Menurut Linda, banjir terjadi disebabkan oleh banyaknya sampah yang berada di Sungai Sibam yang menyebabkan sungai menjadi dangkal dan tidak dapat menampung air.

''Kami minta tolong kepada pemerintah untuk menggali lagi sungai di perbatasan Kampar Pekanbaru itu, sampah banyak menumpuk, dan kalau bisa juga memperdalam sungai karena sudah semakin dangkal akibat banyaknya sampah,'' tutup Linda. ***

wwwwww