Pembebasan Pungutan Berhasil Tingkatkan Volume Ekspor CPO

Pembebasan Pungutan Berhasil Tingkatkan Volume Ekspor CPO
Jum'at, 07 Desember 2018 14:48 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Kebijakan pemerintah Indonesia yang akan membebaskan sementara pungutan ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya terbukti menjadi sentimen positif.

"Hal itu berhasil menaikkan harga jual CPO dan meningkatkan volume ekspor," kata Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Jumat (7/12/2018).

Selain itu, lanjut Tengku Neni, implementasi penggunaan biodiesel 20 persen (B20) yang berlaku sejak September lalu juga meningkatkan penjualan CPO dalam negeri. 

Dimana, data dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyebut permintaan CPO untuk biodiesel naik dari 400 ribu ton pada September menjadi 519 ribu ton per Oktober tahun ini.

"Mudah-mudahan saja, kenaikan harga ini berlangsung lama," harapnya.

Seperti diketahui, harga TBS penetapan periode 5 - 11 Desember 2018 mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur kelapa sawit, dengan jumlah kenaikan terbesar adalah pada kelompok umur 10 - 20 tahun yang mengalami kenaikan harga sebesar Rp 63,08/Kg atau mencapai 5,44 persen dari harga minggu lalu.

"Sehingga harga TBS periode saat ini untuk kelompok umur 10 - 20 tahun menjadi Rp1.222,52 Kilogram," ucapnya.

Ia merincikan, kenaikan harga TBS periode ini disebabkan oleh naiknya harga jual CPO dan kernel dari beberapa perusahaan sumber data, terutama harga CPO. Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rp 303,69/Kg, Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 220,00/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 365,45/Kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 291,28/Kg, dan PT. Musim Mas mengalami kenaikan sebesar Rp 200,00/Kg dari harga minggu lalu.

Sedangkan, untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan sebesar Rp 227,27/Kg, dan Asian Agri Group mengalami penurunan sebesar Rp 215,00/kg dari harga minggu lalu. ***

wwwwww