Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
5
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Masyarakat Harapkan Kewenangan DPD RI Setara dengan DPR RI

Masyarakat Harapkan Kewenangan DPD RI Setara dengan DPR RI
Jum'at, 14 Desember 2018 22:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Akhmad Muqowam dan Anggota DPD RI dari Provinsi Bengkulu Mohammad Saleh mengunjungi perkebunan jeruk dan langsung bertemu dengan para petani dan warga desa di Curup, Rejang Lebong, Bengkulu, Kamis (13/12).

Mereka mendengarkan keluh kesah dan harapan masyarakat pada kinerja DPD RI. Sebagian besar masyarakat menaruh harapan besar terhadap DPD RI untuk meningkatkan hajat hidup petani jeruk khususnya dan desa di Rejang Lebong pada umumnya.

Mendengar aspirasi masyarakat Akhmad Muqowam menjelaskan tentang fungsi legislatif yang ada di DPD RI, salah satunya adalah pengawasan UU Desa, yang telah dilakukan oleh DPD RI terutama Komite I. Akhmad Muqowam yang juga membidani lahirnya Undang-Undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa menjelaskan bahwa Dana Desa harus benar-benar dimanfaatkan bagi program yang membangun desa, baik itu infrastruktur maupun kegiatan pemberdayaan masyarakat desa.

"Perjuangan saya sewaktu menjadi Ketua Pansus UU Desa agar dimanfaatkan, dan perjuangan kami untuk menaikkan anggaran dana desa juga harus dipergunakan sebaik mungkin serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar senator dari Jawa Tengah ini.

Sementara itu Muhammad Saleh mengungkapkan bahwa selama menjadi anggota DPD RI, dia ingin menyentuh masyarakat langsung dalam program-program nyata. Namun, kendala yang dihadapi adalah kewenangan DPD RI yang masih terbatas.

"Kalau saja fungsi DPD RI sama seperti DPR RI terutama soal anggaran, saya yakin bisa lebih banyak lagi membantu rakyat, sayangnya DPD RI tidak punya fungsi persetujuan atau pengesahan," ungkap M. Saleh.

Mendengar penjelasan kedua anggota DPD RI tersebut, masyarakat menjadi paham fungsi lembaga legislatif. "Kami senang dengan kehadiran bapak-bapak disini, karena jadi tahu kerja DPR dan DPD, semoga hasil kerja DPD bisa kami rasakan seperti DPR yang telah menghasilkan UU Desa", ujar salah satu masyarakat. ***

wwwwww