Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
5
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

DPD RI Ajak Generasi Muda Hadapi Tantangan Global

DPD RI Ajak Generasi Muda Hadapi Tantangan Global
Jum'at, 14 Desember 2018 21:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Arus informasi saat ini sudah tidak terbendung lagi dengan melesatnya kemajuan dalam teknologi informasi. Kondisi ini menjadi tantangan bagi generasi millenial untuk memilah dan memilih informasi yang benar.

Untuk itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Akhmad Muqowam mengajak generasi muda untuk berjalan beriringan menghadapi tantangan teknologi informasi yang semakin berkembang dengan cara memahami dunia digital.

"Tidak bisa tidak harus menjadi bagian masyarakat global, harus tahu pengetahuan teknologi dan komunikasi," ujar Akhmad Muqowam.

Hal itu yang disampaikannya pada acara Diskusi Millenial yang dihadiri ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-sumatera bagian selatan dengan tema 'Internalisasi Islam Ahlusunnah Waljama'ah Dalam Membentuk Kader Mujahid Untuk Menghadapi Tantangan Global' di Curup, Bengkulu, Kamis (13/12) kemarin.

Acara ini juga dihadiri oleh Anggota DPD RI dari Bengkulu yaitu Muhammad Saleh dan Eni Khairani.

Dalam sambutannya, Akhmad Muqowam mengingatkan, pengetahuan yang tinggi khususnya dalam hal teknologi informasi harus diikuti dengan pendidikan moral dan agama, sehingga tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang negatif.

Sebagai salah satu organisasi islam, Akhmad Muqowam mengingatkan para mahasiswa di PMII untuk menerapkan islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin, "memberi rahmat bagi keseluruhan alam".

Apalagi kata dia, Indonesia adalah negara yang besar dan beragam. Menurut Akhmad Muqowam ada empat ajaran islam yang harus diterapkan, yaitu sikap moderat, seimbang dalam segala hal, adil dan toleran. "Bagaimana kita mampu memahami, menghayati islam yang benar, Islam seperti itulah yang perlu dikembangkan bagi seluruh umat islam di seluruh Indonesia," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPD RI Dapil Bengkulu Muhammad Saleh mengatakan, untuk mengatasi tantangan global mahasiswa harus meningkatkan kapasitas pribadi masing-masing. Ada dua hal yang menjadi perhatiannya yaitu peningkatan kapasitas intelektual dan integritas karakter.

Untuk meningkatkan kapasitas intelektual, lanjut M. Saleh, mahasiswa diharapkan mengisi waktunya dengan belajar, beribadah dan berorganisasi.

"Kalian akan menjadi pemimpin, tapi sebelumnya bangun dulu kapasitasnya, revolusi diri kita sendiri, kalau berpendidikan tidak akan gampang dipengaruhi dan gampang terombang ambing," ujarnya.

Sedangkan untuk meningkatkan integritas karakter, M.Saleh mengatakan, karakter bangsa Indonesia sudah hebat, sehingga tidak perlu belajar ke bangsa lain. "Jadi marilah kita rawat republik ini dengan cara dua hal tadi," pungkasnya.***

wwwwww