Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
21 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
15 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
13 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
22 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Badminton

Polres Dharmasraya Pantau Aktivitas di Dua Grup Facebook

Polres Dharmasraya Pantau Aktivitas di Dua Grup Facebook
Kapolres Dharmasraya, AKBP Imran Amir.
Kamis, 20 Desember 2018 21:26 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA - Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) April 2019, ditengarai banyak informasi hoax beredar di media sosial yang dikhawatirkan bisa memicu gesekan di masyarakat.

Mengatisipasi hal tersebut, Polres Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) memantau secara khusus aktivitas dua grup Facebook, karena terindikasi banyak menyebarkan berita bohong atau hoaks. Kedua grup FB tersebut adalah Dharmasraya Facebook Comunity dan Dharmasraya Facebook Comunity Jilid II.

Kapolres Dharmasraya, AKBP Imran Amir ditemui GoSumbar di Mapolres Dharmasraya, Kamis (20/12/2018) mengatakan banyak akun-akun yang ditenggarai menyebarkan berita bohong yang memicu komentar kotor dan adu domba.

Dari hasil pantauan pihaknya, kata Kapolres, ada dua grup media sosial Facebook yang mendapat perhatian dari pihak Polres, yaitu Dharmasraya Facebook Comunity dan Dharmasraya Facebook Comunity.

Menurut Kapolres, penyebaran hoax melalui media sosial akan semakin masif dan aktif hingga Pemilu 2019. Untuk itu ia mengimbau admin kedua grup tersebut untuk memblokir akun-akun yang dinilai memprovokasi dan menyebarkan kabar bohong.

Ia mengimbau masyarakat mesti menyaring berita terlebih dahulu sebelum menyimpulkan sesuatu, agar nilai-nilai keharmonisan di tengah masyarakat tetap terjaga.

Kapolres mengingatkan, penyebar hoaks dapat dijerat dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Kami akan memantau lebih intensif karena aktivitas di media sosial menjelang Pemilu serentak ini kian mengkhawatirkan. Polres akan terus memantau akun media sosial yang ditengarai menyebarkan hoax yang dapat memprovokasi masyarakat jelang Pemilu 2019," katanya.

"Jangan sampai kita terprovokasi hoax, dan jangan pula gara-gara politik kita tidak baik antara sesama keluarga, agama, teman dan lainnnya. Mari kita menjaga kesatuan, silaturrahmi dan keamaanan untuk kita bersama," tegas Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir.(ep)

wwwwww