Gantikan Willem Rampangilei, Letjen Doni Monardo akan Dilantik Jadi Kepala BNPB yang Baru

Gantikan Willem Rampangilei, Letjen Doni Monardo akan Dilantik Jadi Kepala BNPB yang Baru
Selasa, 01 Januari 2019 20:30 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kabar mengejutkan datang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di tengah proses penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia, undangan pelantikan Kepala BNPB yang baru beredar luas.

Presiden Jokowi direncanakan bakal melantik Kepala BNPB yang baru, yakni Letjen TNI Doni Monardo untuk menggantikan Laksamana Muda (Purn) Willem Rampangilei. Pelantikan akan digelar besok Rabu (2/1) di Istana Merdeka, Jakarta.

"Iya benar, jam 9 pagi ada pelantikan Kepala BNPB di Istana," ujar Juru Bicara Presiden Johan Budi kepada kumparan, Senin (1/1).

"Pak Doni yang menjadi Kepala BNPB," tegasnya.

Doni saat ini menjabat sebagai Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas). Sebelumnya, Doni juga pernah menjabat sebagai Pangdam Pattimura, Pangdam Siliwangi, Danpaspampres, dan Danjen Koppasus.

Willem menjabat sebagai Kepala BNPB sejak 7 September 2015 dan harus mengakhiri jabatannya pada 2 Januari 2019.

Presiden Joko Widodo, besok pagi (2/1/2019) pukul 09.00 WIB rencana akan melantik Kepala BNPB yang baru di Istana Negara. Undangan pelantikan Kepala BNPB yang telah menyebar di sosial media itu benar.

Sementara itu, Kepala Pusat Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengaku belum tahu siapa pengganti Kepala BNPB yang baru.

"Saya tidak tahu siapa pengganti Kepala BNPB saat ini, Pak Willem Rampangilei dengan pengganti yang baru. Semua itu kewenangan Presiden," ujarnya.

Jabatan kepala BNPB kata Sutopo, adalah setingkat menteri sehingga pemberhentian dan pengangkatan Kepala BNPB adalah kewenangan Presiden. Kepala BNPB langsung bertanggung jawab kepada Presiden.

"Fungsi BNPB sangat strategis karena BNPB memiliki fungsi koordinasi, komando dan pelaksana dalam penanggulangan bencana, baik tahap pra bencana, tanggap darurat dan pascabencana. Itu semua diatur dalam UU No 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana dan PP No 21/2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana," tandasnya.

Menurutnya, tidak mudah mengemban tugas sebagai kepala BNPB itu. Sebab bencana itu multi disiplin, multi sektor dan kompleks. Apalagi Indonesia berada di daerah ring of fire, daerah tropis, kepulauan dan sebagai laboratorium bencana. Bencana adalah keniscayaan. Pasti terjadi bencana setiap tahunnya, rata-rata hampir 2.500 kejadian bencana setiap tahun.

Apalagi budaya sadar bencana dan tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan pemda masih rendah. Jutaan masyarakat Indonesia tinggal di daerah rawan bencana dengan kemampuan mitigasi yang masih minim.

"Untuk itu perlu dukungan semua pihak termasuk unsur pemerintah pusat, pemda, masyarakat dan dunia usaha," bebernya.

"Siapapun yang menjadi Kepala BNPB kita harus dukung. Keluarga besar BNPB dan BPBD se-Indonesia siap menyambut dan mendukung Kepala BNPB baru. Tak lupa juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala BNPB yang lama," harapnya.

Masih kata Sutopo, banyak capaian dan prestasi BNPB selama kepemimpinan Willem. Tentu semua itu bisa dilanjutkan dan dikembangkan. Banyak tugas yang harus diselesaikan Kepala BNPB yang baru nanti seperti relokasi dan penanganan pengungsi erupsi Gunung Sinabung, rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa di NTB dan Sulawesi Tengah, penanganan darurat dan pascabencana tsunami Selat Sunda, meningkatkan mitigasi bencana dan pengurangan risiko bencana, dan lainnya. Jadi bukan darurat saja tapi juga pra bencana dan pascabencana.

"Semoga bencana dapat diatasi dengan lebih baik. Masyarakat makin tangguh menghadapi bencana," pungkas Sutopo Purwo Nugroho. ***


wwwwww