Tadi Pagi, Kampar Dilanda Gempa 3,9 SR, Ini Penjelasan BMKG

Tadi Pagi, Kampar Dilanda Gempa 3,9 SR, Ini Penjelasan BMKG
Sabtu, 05 Januari 2019 14:26 WIB
Penulis: Hermanto Ansam
PEKANBARU - Kota Bangkinang Kabupaten Kampar, Riau, diguncang gempa pada Sabtu (5/1) pagi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya dua guncangan dengan magnitudo 3,9 skala richter (SR) dan 3,7 SR.

Padahal, Bangkinang sangat jauh dari laut lepas. Laut lepas hanya berada di Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti yang berbatasan dengan Malaysia. Posisinya pun sangat jauh dari Bangkinang. Gempa ini tergolong aneh.

"Gempa itu sangat dalam berada di dasar tanah. Gempa pertama tercatat di kedalaman 247 kilometer dan gempa kedua pada kedalaman 241 kilometer. Waktunya berdekatan, pukul 07:59:04 WIB dan pukul 07:59:05 WIB," ujar Analis BMKG Pekanbaru, Mia.

Dia mengatakan, gempa itu tidak termasuk yang dirasakan hingga ke permukaan. Karenanya, masyarakat Bangkinang tak merasakan adanya sesuatu terjadi di dasar tanah.

"Biasanya yang berpengaruh ke kerusakan bangunan itu gempa dengan kedalaman yang dangkal, sehingga terasa hingga ke permukaan," ucap Mia.

Gempa ini terjadi 0.54 lintang utara, 100.86 bujur timur serta 28 kilometer barat laut. Namun gempa ini tidak tercatat di web BMKG Pekanbaru karena magnitudo di bawah 5.

"Biasanya yang tercatat di atas 5, kalau di bawahnya kami harus konfirmasi ke BMKG pusat dulu," kata Mia.

Gempa di Riau juga pernah terjadi di Kabupaten Rokan Hulu pada 13 Januari 2017. Kekuatan itu dengan magnitudo 5,3 dan terjadi pada pukul 16.23 WIB. Bahkan gempa tereebut juga tidak dirasakan masyarakat.

Saat itu, gempa berada di kedalaman 228 kilometer. Lokasi gempa tercatat pada 31 kilometer barat daya Kabupaten Rokan Hulu, tepatnya pada 0.76 Lintang Utara dan 100.43 Bujur Timur.

Gempa itu juga dipicu subduksi lempeng bumi Indo-australia dan Eurosia. Karena jauh di dalam tanah, gempa ini dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Subduksi merupakan zona yang terdapat pada batas antarlempeng yang bersifat konvergen. Akibat perbedaan massa jenis antara kedua jenis lempeng tersebut, lempeng yang lebih besar massa jenisnya menunjam ke bawah lempeng lainnya. (gs1)

Kategori:Peristiwa, Riau

GoNews Tak Berlaku BPJS Mandiri di RS Swasta, Plt Kadiskes Kampar urus BPJS Guru Ngaji yang Terserang Tumor Usus Ganas ke Program Integritas
GoNews Bantu Guru Ngaji di Kampar yang Terserang Tumor Usus Ganas, Yuk Salurkan Lewat Dompet Peduli GoNews.co
GoNews Idap Penyakit Tumor Usus Ganas dan Keluarkan Nanah dari Perut, Guru Ngaji dan Imam Masjid di Kampar Butuh Uluran Tangan
GoNews Pemkab Kampar Tandatangani MoU dengan BBKSDA Riau Sebagai Tindak Lanjut Pengembangan Wisata Alam
GoNews Selama Mudik Lebaran, Kampar Tempati Urutan Pertama Jumlah Lakalantas di Riau
GoNews Malam Ini, Arus Balik Jalur Lintas Barat di Kampar Mulai Padat dan Alami Peningkatan 40 Persen
GoNews Bus Angkut Pemudik dari Pekanbaru Kecelakaan di Labuhanbatu, Tiga Orang Meninggal
GoNews Rombongan Mudik Basamo Tiba di Pekanbaru, Warga Kampar-Riau: Terimakasih Jamkrindo...
GoNews Pesawat Mahal dan Enggan Manja dengan Pemprov Riau, Warga Kampar Jakarta Pulang Basamo Naik Bus
GoNews Astaga, Gadis 14 tahun di Kampar Dicabuli Ayah Tiri Selama Setahun
GoNews Rusak Parah, Jalan Lintas Petapahan Bangkinang Tak Direkomendasikan Sebagai Jalur Alternatif Mudik Lebaran
GoNews Peminatnya Membludak, Pelipatan Surat Suara Pemilu di Kampar Riau Disetop
GoNews Rumah Lontiok Kampar di Anjungan Riau Memprihatinkan, Lemtari Minta Pemkab Segera Memberi Perhatian
GoNews Srikandi PGK Kampar Siap Ikut Serta Sukseskan Acara Millenial Road Safety Festival 24 Februari 2019 Mendatang
GoNews Bupati Kampar Sebut Musrenbang Merupakan Arena Strategis Merumuskan Perencanaan Pembangunan Secara Kolaboratif
GoNews Belasan Gajah Serang Kebun Kelapa Warga di Desa Maharani Palas, BBKSDA Riau Turunkan Tim
GoNews Gelar Tablig Akbar, Tokoh Adat di Kampar Riau Deklarasi Dukung Jokowi-Maruf Amin
GoNews 475.435 Pemilik Suara di Kampar Diharapkan Gunakan Hak Pilih 17 April 2019
wwwwww