Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
Hukum
22 jam yang lalu
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
2
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
Hukum
22 jam yang lalu
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
3
DPR Mulai Uji Coba Teknis Pemggunaan 'Smartcard'
DPR RI
22 jam yang lalu
DPR Mulai Uji Coba Teknis Pemggunaan Smartcard
4
Masuk Jakarta tanpa SIKM harus Tes Swab Biaya Sendiri Sekitar Rp1,2 juta
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Masuk Jakarta tanpa SIKM harus Tes Swab Biaya Sendiri Sekitar Rp1,2 juta
5
Viral, Tak Mampu Beli Susu, Seorang Ayah Serahkan 2 Anaknya ke Petugas PSBB
Peristiwa
22 jam yang lalu
Viral, Tak Mampu Beli Susu, Seorang Ayah Serahkan 2 Anaknya ke Petugas PSBB
6
Status Darurat Covid-19 Diperpanjang di Tengah Gaung 'New Normal'
GoNews Group
23 jam yang lalu
Status Darurat Covid-19 Diperpanjang di Tengah Gaung New Normal
Home  /  Berita  /  Riau

Genjot PAD, Bapenda Kuansing Tancap Gas Sosialisasi PBB P2

Genjot PAD, Bapenda Kuansing Tancap Gas Sosialisasi PBB P2
Kepala Bapenda Kuansing Jafrinaldi bersama Kasi Datun Kejari Kuansing Carlo Lumban Batu memberikan penjelasan kepada perangkat desa, Rabu (9/1/2019).
Rabu, 09 Januari 2019 21:48 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Semangat baru di tahun baru diperlihatkan Bapan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau dalam rangka meningkat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terutama PAD dari sektor Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2).

Tidak main-main, Bapenda Kuansing menggandeng Kejari Kuansing dalam mengejar target PAD.

"Tadi kita sudah mulai melakukan sosialisasi, validasi dan intensifikasi PBB ke kepala desa di dua kecamatan, yakni Gunungtoar dan Hulu Kuantan. Untuk besok, kita akan turun ke Pucukrantau dan Kuantan Mudik," ujar Jafrinaldi, Kepala Bapenda Kuansing didampingi Kasi Datun Kejari Kuansing Carlo Lumban Batu, Rabu (9/1/2019) di Telukkuantan.

Dikatakan Jafrinaldi, kegiatan ini sangat perlu dilaksanakan dalam rangka memperbaiki Daftar Himpunan Ketetapan Pajak Sementara (DHKPS). Sebab, kesadaran masyarakat masih rendah dalam membayar pajak karena beberapa faktor. Diantaranya tidak tersosialisasinya ke masyarakat tentang PBB dan SPPT tidak sampai.

"Selain itu, pada satu objek pajak terjadi tumpang tindih SKT. Akibatnya, masyarakat malas membayar pajak. Nah, ini yang harus diperbaiki," terang Jafrinaldi.

Pada kesempatan itu, Bapenda Kuansing menunjuk dua desa setiap kecamatan sebagai percontohan desa taat pajak. Targetnya, pada 2020 mendatang, seluruh desa di Kuansing sudah taat pajak, karena data sudah valid.

"Setelah ini, kita kasih waktu 10 hari kepala desa untuk memperbaiki DHKPS tersebut. Sehingga, pada April mendatang, kita sudah bisa mencetak SPPT PBB. Kita mencetak secara massal," terang Jafrinaldi.

Untuk tahun 2018, PAD Kuansing dari sektor PBB mencapai Rp3,1 miliyar, mengalami kenaikan Rp400 juta dibanding tahun 2017. ***


wwwwww