Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
23 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
19 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
23 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
24 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
6
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
6 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Home  /  Berita  /  Riau

Terkait Isu LGBT, Kesbangpol Pekanbaru Panggil Pengurus OPSI

Terkait Isu LGBT, Kesbangpol Pekanbaru Panggil Pengurus OPSI
Jum'at, 18 Januari 2019 16:12 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru memanggil pengurus Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI), untuk mengkonfirmasi kebenaran dugaan aktivitas LGBT yang tengah meresahkan masyarakat, Jumat, (18/1/2019).

Dalam pertemuan tersebut, Kabid Kesbangpol Muhammad Yusuf mengatakan OPSI memang mengakui adanya kegiatan di malam hari, seperti perayaan ulang tahun, malam renungan HIV/Aids dan peringatan hari HIV/Aids sedunia.

''Memang secara administrasi, OPSI memang sudah memiliki legalitas sebagai organisasi. Namun, ada beberapa kegiatan mereka yang meresahkan masyarakat, sehingga terjadi penggerebekan,'' ujarnya.

Yusuf juga menerangkan bahwa secara program, OPSI merupakan sebuah organisasi yang membantu masyarakat, memberikan edukasi dan pembinaan kepada penderita LGBT, HIV/Aids, dan pecandu narkoba. Untuk itu, pihaknya bersama tim Forum Komunikasi Intelijen Indonesia (Forkominda) Pekanbaru akan menelusuri lebih jauh dugaan aktivitas LGBT tersebut, guna konfirmasi dalam pengambilan kebijakan.

"Tim kita akan turun bersama tim Forkopimda nanti, untuk memverifikasi kebenaran isu kegiatan menyimpang LGBT, yang kita dengar dari media ini. Apabila memang ditemukan unsur penyimpangan itu, atau menjalankan aktivitas tidak sesuai ketentuan kita bisa sampaikan ke Menkumham, bisa-bisa ormas itu dicabut SKnya. Kita bisa rekomendasikan cabut izinnya (OPSI)," tegasnya. ***

Kategori:Olympic, Riau, PON
wwwwww