Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
12 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
12 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
12 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
12 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Riau

20 Perusahaan di Pekanbaru Gelapkan Pajak, Zulhelmi: Pemko Rugi Ratusan Juta Perbulan

20 Perusahaan di Pekanbaru Gelapkan Pajak, Zulhelmi: Pemko Rugi Ratusan Juta Perbulan
Kepala Bapenda Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin
Senin, 21 Januari 2019 16:06 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengalami kerugian hingga ratusan juta perbulan, akibat ulah sekitar 20 perusahaan pengemplang pajak. Jumlah tersebut ditemukan setelah pemasangan 300 tapping box oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru di beberapa tempat usaha.

"Kita sudah pasang sekitar 300 Tapping box, dan dari sana ada 20 tempat usaha yang ketahuan mengemplang pajak. Kerugian kita lebih dari 100 juta setiap bulannya," ujar Kepala Bapenda Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin.

Zulhelmi melanjutkan, sejauh ini pihaknya sudah memiliki data tempat usaha atau wajib pajak yang mengemplang pajak atau yang memiliki selisih bayar dengan jumlah bervariasi.

"Ada yang selisih bayarnya sampai Rp67 juta, dan ada yang Rp18 juta. Kita sekarang sedang melakukan proses pemeriksaan terhadap itu," ungkapnya.

"Contohnya, ada perusahaan yang seharusnya membayar pajak sebesar Rp150 juta, tapi hanya bayar Rp50 juta, nah yang Rp100 juta itu yang jadi selisihnya, yang akan menjadi kerugian Pemko. Maka itu kita akan memanggil perusahaan tersebut, untuk mengetahui nilai transaksi mereka. Kalau bohong, tentu akan ketahuan," jelasnya.

Sementara itu, Zulhelmi juga menerangkan jika perusahaan dapat saja mengajuan keberatan kepada Bapenda untuk membayar pajak dengan jumlah yang ditentukan. Asalkan dengan alasan yang jelas.

"Mereka bisa saja ajukan keberatan, jika alasannya tepat. Akan tetapi Bapenda juga bisa menolak keberatan tersebut, dan jika sudah ditolak, paling lama 1 bulan, perusahaan itu harus bayar selisih pajaknya atau kita sita asetnya dan lelang," pungkasnya. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww