Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
13 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
13 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
13 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
13 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
13 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Badminton

Terkuak, Ada Ancaman 'Dikarungin' Sebelum Kader PBB Dipukuli

Terkuak, Ada Ancaman Dikarungin Sebelum Kader PBB Dipukuli
Tim Advokat PAS Lantang bersama Ali Wardi dan Ridwan Umar (korban) beserta saksi, tiba di Polres Jakarta Selatan pada Senin (21/01/2019) sekira pukul 14.00 WIB. (Dzulfiqar/GoNews.co)
Senin, 21 Januari 2019 15:55 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Wasekjen DPP Partai Bulan Bintang (PBB) bid. Hukum dan HAM, Ismar Syafrudin mengungkap dugaan terencana pada insiden dugaan pengeroyokan terhadap kadernya.

"Karena sebelumnya, ada ancaman mau dipukukin, mau dikarungin, gitu," ungkap Ismar usai membuat laporan kepolisian di Polres Jakarta Selatan, Senin (21/01/2019).

Ia pun memastikan alat-alat bukti, telah disampaikan kepada pihak kepolisian.

Sebelumnya diberitakan, kader PBB atas nama Ali Wardi, Ridwan Umar dan lainnya, menjadi korban dugaan pengeroyokan 30-an orang tak dikenal di DPP PBB, Jl. Raya Pasar Minggu, Sabtu (19/01/2019).

Dari 30-an orang tersebut, satu orang dikenali bernama Sinyo, Caleg PBB yang juga disebut-sebut sebagai ajudan sang Ketua Umum, Yusril Ihza Mahendra.

Berbekal visum dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Ali Wardi dan Ridwan Umar berserta saksi dari Komando Barisan Rakyat (Kobar), secara resmi membuat laporan kepolisian.

Laporan kedua orang kader PBB yang menjadi korban ini, didampingi oleh Tim Advokat PAS Lantang. Habib Novel Bamukmin yang juga Caleg PBB turut hadir sebagai bagian dari tim advokasi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww