Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Riau

Caleg PPP Kuansing Terancam 1 Tahun Penjara dan Denda Rp24 Juta

Caleg PPP Kuansing Terancam 1 Tahun Penjara dan Denda Rp24 Juta
Ketua Bawaslu Kuansing Mardius Adi Saputra
Senin, 21 Januari 2019 17:01 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau bersama Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) sedang mendalami temuan dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan ZH, Caleg PPP daerah pemilihan II.

"Dalam minggu ini kita akan laksanakan rapat kedua bersama Gakkumdu untuk memutuskan temuan dugaan pelanggaran ini," ujar Mardius Adi Saputra, Ketua Bawaslu Kuansing kepada GoRiau.com, Senin (21/1/2019) di Telukkuantan.

Pria yang akrab disapa Adi ini menjelaskan, ZH diduga melakukan pelanggaran kampanye pada tanggal 5 Januari 2019. Ketika itu, ia diduga melakukan kampanye terselubung dengan melibatkan perangkat desa.

"Dia melakukan kampanye di rumah seorang perangkat desa. Padahal, perangkat desa tidak dibenarkan memfasilitasi dan ikut mengkampanyekan seorang Caleg," papar Adi.

Sebagai tindak lanjut dari temuan ini, Bawaslu Kuansing sudah memeriksa ZH dan oknum perangkat desa sebagai terlapor. Tidak hanya itu, beberapa orang yang hadir juga diperiksa sebagai saksi.

Jika terbukti, lantas bagaimana sanksinga? Menjawab hal ini, Adi menegaskan bahwa terlapor terancam penjara 1 tahun dan denda Rp24 juta.

"Caleg bisa gugur kalau ditemukan adanya pelanggaran yang terstruktur, sistematis dan massif," ujar Adi. ***

Kategori:Metropolitan, Riau
wwwwww