Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
18 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
21 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
18 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Jadi Dubes RI, Lalu Muhammad Iqbal Dorong Indonesia Pelajari Sivil Society Turki

Jadi Dubes RI, Lalu Muhammad Iqbal Dorong Indonesia Pelajari Sivil Society Turki
Kamis, 24 Januari 2019 00:03 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Duta Besar Indonesia untuk Turki, Dr. Lalu Muhammad Iqbal MA mengutakan, dirinya berharap Indonesia bisa belajar dari civil society Turki.

"Yang paling menarik dari Turki adalah civil society-nya. Kalau lihat ada bencana dimana-misal di Palu, kemudian ada bendera Turki di sana, itu bukan negara (pemerintahan) Turkinya tapi civil society-nya yang bergerak," kata Lalu saat menghadiri acara syukuran pelantikan dirinya menjadi Dubes di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah di Jl. Menteng Raya no. 62 Jakarta Pusat pada Rabu (23/01/2019) malam.

"Kalo denger suka ada beasiswa d Istambul, itu civiel society-nya, tidak ada campur tangan pemerintah disitu," Lalu menambahkan.

Sehingga, kemajuan Turki sebagai negara tak terlepas dari kemandirian civil society-nya dalam hal ekonomi, dan civil society yang kuat akan terbentuk dari masyarakat kelas menengah.

"Kayak di Turki, rata-rata kelas menengahnya itu pedagang," ujar Lalu.

Ia melanjutkan, "Kabar baiknya, di Indonesia, kelas menengah sudah banyak diisi umat Islam,".

Sebagai kader Muhammdiyah, Lalu pun berharap generasi muda Muhammadiyah bisa menjadi bagian dari motor penggerak tumbuh kembangnya civil society kelas menengah yang kuat dari kalangan muslim di Indonesia.

"Saya harap Muhammadiayah bisa mendorong lahirnya kelas menengah baru dari kalangan Islam," kata Lalu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww