Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
22 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
16 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
15 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
17 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Riau

PPK Tebingtinggi Ngaku Kesulitan Data Karyawan Hotel di Selatpanjang

PPK Tebingtinggi Ngaku Kesulitan Data Karyawan Hotel di Selatpanjang
PPK Tebingtinggi saat melakukan pendataan disalahsatu hotel di Selatpanjang
Kamis, 24 Januari 2019 15:47 WIB
Penulis: Gunawan
SELATPANJANG - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tebingtinggi mengaku kesulitan saat melakukan pendataan karyawan di sejumlah hotel di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Pengakuan itu disampaikan Ketua PPK Tebingtinggi, Herwan kepada sejumlah wartawan, Kamis (24/1/2019) siang, saat melakukan pendataan disalahsatu hotel di Selatpanjang.

"Kendala kita dari pengurus pihak hotel belum memberi ruang kepada kami untuk mendata pemilih-pemilih yang bekerja di hotel mereka," kata Herwan.

Dijelaskan Herwan, pihaknya mendata pendatang dari luar Kepulauan Meranti ini untuk mengetahui apakah sudah terdata atau belum di KPU, jika belum maka akan dikeluarkan A-5 (surat keterangan pindah memilih).

"Setidaknya pada pemilihan serentak 17 April 2019 nanti mereka bisa memilih presiden dan wakil presiden," ujar Herwan.

Kata Herwan pula, saat ini sudah 4 (empat) hotel di Kabupaten Kepulauan Meranti yang didata diantaranya Hotel Grand Meranti, Furama, Dyva dan AKA Hotel.

"Untuk Grand Meranti ada 25 orang, yakni dari Medan dan Bandung. Kemudian AKA Hotel ada 10 orang yakni dari Dumai dan Indramayu," jelasnya.

Lebih jauh Herwan juga mengatakan bahwa pihaknya telah menghubungi sejumlah sekolah diwilayah Tebingtinggi yakni Sekolah Menengah Atas untuk mendata pemilih pemula yang tidak terdaftar untuk dimasukkan kedaftar pemilih khusus.

"Harapan kita supaya pengurus mau pun pemilik hotel memberikan ruang kepada penyelenggara supaya bisa mereka terdata," harapnya.

Kemudian, Herwan juga mengharapkan kepada media masa untuk bisa memberi informasi kepada masyarakat yang belum terdata atau pun masayarakat yang bekerja diwilayah Kepulauan Meranti khususnya di Kecamatan Tebingtinggi bisa mendatangi PPK, PPS, atau langsung datang ke KPU Kepulauan Meranti supaya bisa menentukan hak pilih nantinya.***

wwwwww