Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
17 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
17 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Cak Imin Minta Jatah 10 Menteri, Elite Gerindra: Sungguh Memalukan

Cak Imin Minta Jatah 10 Menteri, Elite Gerindra: Sungguh Memalukan
Selasa, 29 Januari 2019 22:56 WIB
JAKARTA - Partai Gerindra mengkritik pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar. Komentar Cak Imin yang meminta jatah 10 menteri, jika Jokowi-Ma'ruf Menang, dinilai tak etis.

Ketua DPP Partai Gerindra, Nizar Zahro menegaskan, apa yang disampaikan Cak Imin bertolak belakang dengan kampanye Jokowi bahwa koalisi kubunya dibentuk tanpa syarat.

Dengan kata lain, ketika Cak Imin meminta jatah kursi maka koalisi tanpa syarat adalah bohong. "Jadi kalau sekarang sudah ada yang ngomong soal jatah itu sungguh memalukan," ujar Nizar kepada JawaPos.com, Selasa (29/1).

Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai sebenarnya koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin ‎rapuh."Karena penuh dengan politik struktural yang ujung-ujungnya hanya mengejar jabatan oleh partai yang bergabung dengan mereka," tegasnya.

Nizar memaparkan bahwa apa yang disampaikan Cak Imin mengancam sistem presidensial Indonesia. Karena seorang kepala negara yang mempunyai hak prerogratif tentang anah buahnya, malah disandera oleh sekelompok orang hanya karena merasa mendukungnya.

"Ini perkara serius, acamana terhadap sistem presidensial kita, bukan main-main," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menargetkan partainya mendapatkan 10 kursi menteri dalam pemerintah 2019-2024.

Cak Imin mengatakan dengan memiliki 10 menteri, khususnya di sektor keuangan dan ekonomi, maka partai akan mampu membawa ekonomi masyarakat lebih cepat makmur dan sejahtera.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Jawapos.com
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww